Manila, Sinata.id – Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Pulau Mindanao, Filipina selatan, terus bertambah.
Hingga Senin (8/6/2026), sedikitnya 32 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dari total korban tewas, sedikitnya 13 orang dilaporkan tertimbun longsor di Kota Glan, Provinsi Sarangani, yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah akibat gempa tersebut.
Gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat di wilayah dekat General Santos City, kota berpenduduk sekitar 720.000 jiwa yang berada di ujung selatan Filipina. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah provinsi di Mindanao dan menyebabkan kerusakan pada bangunan serta infrastruktur.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini menjadi yang terkuat yang mengguncang Filipina sejak 1976. Selain itu, gempa tersebut juga tercatat sebagai gempa terbesar yang terjadi di dunia sepanjang 2026.
Akibat gempa tersebut, sejumlah negara di kawasan Pasifik sempat mengeluarkan peringatan tsunami, termasuk Filipina, Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Guam. Namun, sebagian besar peringatan tersebut kemudian dicabut setelah evaluasi menunjukkan risiko tsunami telah menurun.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan parah di General Santos City. Sebuah pusat perbelanjaan yang di dalamnya terdapat gerai makanan cepat saji dilaporkan runtuh menjadi puing-puing. Selain itu, sebuah gedung sekolah juga ambruk, meskipun tidak ada aktivitas di dalam bangunan saat kejadian berlangsung.
Ratusan Korban dan Belasan Orang Hilang
Data dari Kantor Pertahanan Sipil Filipina (Office of Civil Defense/OCD) sebelumnya mencatat sedikitnya 19 korban meninggal dunia, dengan 16 korban berasal dari wilayah Soccsksargen dan tiga korban dari Davao Occidental.
Korban di Soccsksargen terdiri atas 10 orang dari General Santos City, tiga orang dari Glan, dua orang dari Tupi di Cotabato Selatan, serta satu orang dari Malapatan, Sarangani. Namun, angka korban terus bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung.
Pemerintah Filipina juga melaporkan sedikitnya 134 orang mengalami luka-luka, terdiri atas 129 korban di wilayah Soccsksargen dan lima korban di Davao. Selain itu, 12 warga di General Santos City masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian oleh tim penyelamat.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini