Teheran, Sinata.id – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan peringatan keras terhadap Israel di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua negara.
Dalam pernyataannya, Khamenei menyebut Israel hanya memiliki sedikit waktu sebelum menghadapi kehancuran akibat serangan balasan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan setelah saling serang antara Iran dan Israel kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Rezim Zionis yang rapuh hanya memiliki beberapa hari lagi,” kata Khamenei dalam pernyataan yang dikutip media internasional.
Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel utara sebagai respons atas serangan udara Israel di Lebanon selatan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan itu dilakukan sebagai balasan atas jatuhnya korban sipil dan kerusakan yang terjadi di wilayah Tyre dan Nabatieh.
IRGC memperingatkan bahwa respons Iran akan diperluas apabila Israel kembali melancarkan operasi militer di Lebanon. Menurut pernyataan mereka, sasaran berikutnya dapat mencakup berbagai target yang terkait dengan kepentingan Israel dan sekutunya di kawasan.
Israel Balas Serang Iran
Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran. Ledakan dilaporkan terjadi di Teheran, Isfahan, dan Tabriz, sementara Israel mengklaim telah menyerang fasilitas militer dan infrastruktur yang berkaitan dengan program persenjataan Iran.
Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan rudal Iran terhadap wilayah Israel.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap melanjutkan operasi militer meskipun sebelumnya mendapat dorongan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menahan diri demi menjaga proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Operasi Nasr Dimulai
Pada Senin (8/6/2026), IRGC mengumumkan dimulainya kampanye militer bertajuk “Operasi Nasr”. Dalam operasi tersebut, Iran mengklaim menargetkan pangkalan udara strategis Israel, termasuk Nevatim dan Tel Nof, menggunakan rudal balistik dan drone tempur.
IRGC menyatakan gelombang serangan rudal dan drone akan terus berlanjut selama tujuh hari ke depan sebagai bentuk tekanan terhadap Israel agar menghentikan operasi militernya di kawasan.
Di sisi lain, sirene peringatan serangan udara kembali berbunyi di sejumlah wilayah Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa, setelah militer mendeteksi peluncuran rudal dari Iran. Sistem pertahanan udara Israel dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar proyektil yang masuk dan hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat serangan terbaru tersebut.
Eskalasi terbaru ini meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama setelah kedua negara kembali terlibat dalam konfrontasi langsung pascagencatan senjata yang diumumkan pada April lalu. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini