MANILA, Sinata.id – Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dan 129 lainnya mengalami luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi.
Gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat berada di lepas pantai General Santos City, Pulau Mindanao.
Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer sehingga memicu peringatan tsunami di sejumlah negara kawasan Asia-Pasifik.
Kantor Pertahanan Sipil Filipina melaporkan sebagian besar korban jiwa berasal dari wilayah Soccsksargen yang mencakup Provinsi South Cotabato, Sultan Kudarat, Sarangani, serta Kota General Santos.
Direktur Pertahanan Sipil wilayah setempat, Rodrigo Sosmeña, mengatakan sebanyak 12 korban meninggal tercatat berasal dari kawasan tersebut, sementara total korban luka mencapai sedikitnya 129 orang.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan, terutama pusat-pusat perdagangan dan fasilitas komersial.
Sejumlah foto dan video yang beredar memperlihatkan bangunan ambruk, dinding retak, hingga kerusakan pada supermarket dan restoran di General Santos City yang berada dekat pusat gempa.
Gempa terjadi bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru di Filipina.
Rekaman video di media sosial memperlihatkan para siswa berlarian keluar kelas saat guncangan kuat mengguncang bangunan sekolah.
Sejumlah guru terlihat berusaha menenangkan dan melindungi murid-murid mereka di tengah kepanikan.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., langsung memerintahkan seluruh instansi pemerintah terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini