Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Demokrat Minta Wali Kota Siantar Tidak Main-main Jalankan Pemerintahan

fraksi demokrat dprd pematangsiantar tampil kritis dalam menyikapi kondisi kota pematangsiantar. wali kota pun diminta untuk tidk main-main menjalankan tata kelola pemerintahan.
Polma Oliver Sihombing saat membacakan pandangan akhir Fraksi Demokrat

Pematangsiantar, Sinata.id – Fraksi Demokrat DPRD Pematangsiantar tampil kritis dalam menyikapi kondisi Kota Pematangsiantar. Wali kota pun diminta untuk tidak main-main menjalankan tata kelola pemerintahan.

Sikap kritis itu disampaikan Polma Oliver Sihombing saat membacakan pandangan akhir Fraksi Demokrat atas Rancangan APBD Tahun 2026 pada sidang paripurna DPRD Pematangsiantar, Sabtu malam 29 Nopember 2025.

Advertisement

“Fraksi Demokrat meminta saudara wali kota agar lebih serius dan tidak main-main, serta konsisten dalam menjalankan tata kelola pemerintahan,” ucap Polma Sihombing saat membacakan pandangan akhir fraksinya.

Tata kelola pemerintahan yang menjadi sorotan Fraksi Demokrat, salah satunya terkait kebijakan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang memilih Sekda Junaedi Sitanggang sebagai Plt Kadis Pendidikan.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Cabut Larangan PKL Berjualan Depan DPRD

Menurut pandangan Fraksi Demokrat, penunjukan Junaedi sebagai Plt Kadis Pendidikan, seakan menunjukkan tidak ada lagi ASN di lingkungan Pemko Pematangsiantar yang mampu untuk menjalankan tugas sebagai Plt Kadis Pendidikan.

Baca juga: Demokrat Sebut Peran Wakil Wali Kota Siantar Dipersempit

“Fraksi Demokrat mencatat adanya kondisi di mana Sekretaris Daerah merangkap sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, sebuah kebijakan yang menimbulkan pertanyaan publik. Apakah tidak ada lagi ASN di pemerintahan yang memenuhi syarat untuk menjadi kepala dinas tersebut? Hal ini tentunya menghambat profesionalitas OPD tersebut,” tandas Polma.

Sebut Polma, bahwa Fraksi Demokrat menilai jabatan sekda merupakan jabatan strategis. Sehingga diperlukan keseriusan dan fokus penuh untuk menjalankan tugas penyelenggaraan pemerintahan

Baca Juga  Jelang Unjuk Rasa Warga, Polres Belum Bisa Pastikan Lokasi Pengalihan Arus Lalu Lintas

Sedangkan Dinas Pendidikan, lanjut Polma, memiliki beban tugas yang besar, terutama terkait mutu pelayanan pendidikan, pengelolaan sekolah dan peningkatan SDM daerah.

“Karena itu, Fraksi Demokrat meminta kepada saudara wali kota agar melakukan penempatan pejabat sesuai kompetensi dan ketentuan perundang-undangan, serta menghindari rangkap jabatan yang tidak mendesak,” ucapnya.

Untuk itu, Fraksi Demokrat menegaskan, agar penempatan pejabat daerah harus memenuhi asas profesionalitas, kepatutan dan efektivitas dari sisi birokrasinya.

Sementara di sisi lain, Fraksi Demokrat juga menyoroti kondisi pelaksanaan proyek yang kerap dilakukan dimasa tahun anggaran berkenan akan berakhir. Serta masih ditemukannya warga miskin yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini