Saat ini terdapat 123 dapur MBG yang tersebar di Kabupaten Bangkalan.
Persoalan operasional di daerah terjadi bersamaan dengan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional.
Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, menyatakan pihaknya tengah melakukan efisiensi anggaran secara menyeluruh meskipun anggaran lembaga tersebut telah mengalami pemangkasan.
“Meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik dalam rapat konsolidasi perdana di Jakarta.
Selain efisiensi anggaran, BGN juga memutuskan melakukan moratorium sementara pembangunan dapur MBG baru.
Fokus pemerintah saat ini diarahkan pada pembenahan dan evaluasi dapur-dapur yang telah beroperasi, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan standar pelayanan.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan program MBG tetap berjalan efektif sekaligus menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini