Pematangsiantar, Sinata.id – Tanggal 19 Mei diperingati sebagai sejumlah hari penting, baik di Indonesia maupun dunia internasional.
Berbagai peringatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap jasa para veteran, kesehatan keluarga, hingga isu kemanusiaan dan penyakit kronis yang masih menjadi perhatian global.
Di Indonesia, 19 Mei diperingati sebagai Hari Korps Cacat Veteran Indonesia. Sementara di tingkat internasional, terdapat Hari Dokter Keluarga Sedunia, Hari IBD Sedunia, serta Upacara Cahaya Lilin AIDS Internasional.
- Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
Melansir laman Sekretariat Negara, Hari Korps Cacat Veteran Indonesia merupakan bentuk penghormatan kepada para veteran yang mengalami cacat fisik maupun psikis akibat perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para veteran tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga meninggalkan pengorbanan besar demi bangsa dan negara.
Veteran sendiri merupakan warga negara Indonesia yang tergabung dalam kesatuan bersenjata resmi dan diakui pemerintah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1994, para veteran memperoleh tunjangan negara sebagai bentuk penghargaan atas jasa perjuangan mereka.
Dikutip dari berbagai sumber, Pusat Pendidikan Korps Penyandang Cacat pertama kali didirikan pada 1949 di Yogyakarta. Setelah itu, dibangun pula Pusat Rehabilitasi Solo yang menjadi pusat rehabilitasi penyandang cacat perang.
Pada 18 Mei 1950, dibentuk Ikatan Invaliden Indonesia. Organisasi tersebut kemudian berganti nama menjadi Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI) pada tahun 1959.
Berbagai organisasi serupa juga lahir di sejumlah daerah, seperti Persatuan Perdjuangan Invaliden (Perperi) di Surakarta, Corps Invaliden Surabaya, Ikatan Invaliden Indonesia di Malang, hingga Ikatan Invaliden Seluruh Indonesia.
Kemudian pada 18–23 Agustus 1952, dilaksanakan Kongres Pertama Ikatan Invaliden Seluruh Indonesia di Bandung yang menghasilkan perubahan nama menjadi Ikatan Penderita Cacat Indonesia (IPTI).
Tak lama berselang, pada 1959 organisasi tersebut kembali berganti nama menjadi Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI). Saat ini, KCVRI telah menyatu dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Momentum Hari Korps Cacat Veteran Indonesia juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk terus memberikan penghargaan serta perhatian kepada para veteran yang tetap berkontribusi bagi bangsa meski hidup dengan keterbatasan fisik.
- Hari Dokter Keluarga Sedunia
Pada tingkat internasional, setiap 19 Mei juga diperingati sebagai Hari Dokter Keluarga Sedunia atau World Family Doctor Day.
Peringatan ini dicetuskan oleh World Organization of Family Doctors (WONCA) untuk menghargai peran dokter keluarga sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dokter keluarga memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan rutin, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Keberadaan mereka dinilai membantu meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat sistem kesehatan di berbagai negara.
- Hari IBD Sedunia
Tanggal 19 Mei juga diperingati sebagai Hari IBD Sedunia atau World IBD Day.
IBD merupakan singkatan dari Inflammatory Bowel Disease atau penyakit radang usus yang mencakup gangguan seperti Crohn’s disease dan ulcerative colitis.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit radang usus yang sering kali tidak terdeteksi sejak dini.
Selain itu, kampanye World IBD Day juga mendorong dukungan bagi para penderita agar memperoleh akses pengobatan dan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi mereka.
- Upacara Cahaya Lilin AIDS Internasional
International AIDS Candlelight Memorial atau Upacara Cahaya Lilin AIDS Internasional biasanya dilaksanakan pada Minggu ketiga bulan Mei.
Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan bagi orang-orang yang meninggal akibat HIV/AIDS sekaligus bentuk solidaritas terhadap para penyintas.
Peringatan ini umumnya dilakukan dengan menyalakan lilin, doa bersama, hingga kampanye edukasi guna mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
Selain mengenang korban, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pencegahan, pemeriksaan dini, dan akses layanan kesehatan yang inklusif.
Beragam peringatan pada 19 Mei menunjukkan bahwa tanggal ini tidak hanya berkaitan dengan sejarah nasional, tetapi juga menyangkut isu kesehatan dan kemanusiaan global yang relevan hingga saat ini.
Momentum tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat untuk terus menghargai jasa para pejuang sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan solidaritas sosial. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini