Jakarta, Sinata.id — Toyota Astra Motor merespons positif rencana pemerintah yang akan memberikan insentif lebih besar bagi mobil listrik berbasis baterai nikel.
Kebijakan tersebut dinilai mampu mendukung hilirisasi industri sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan skema insentif baru untuk pembelian battery electric vehicle (BEV) yang dijadwalkan mulai berlaku pada semester II 2026.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pemberian subsidi lebih besar untuk mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel dibandingkan baterai non-nikel.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan tersebut dibuat agar pemanfaatan nikel dalam negeri semakin optimal.
“Baterai berbasis nikel dan non-nikel nantinya akan memiliki skema berbeda. Perhitungannya akan dilakukan Menteri Perindustrian. Kenapa yang berbasis nikel mendapat subsidi lebih besar? Karena kami ingin nikel dalam negeri lebih banyak digunakan,” ujar Purbaya.
Menanggapi hal tersebut, Marketing Director Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, menegaskan pihaknya mendukung seluruh kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri otomotif nasional.
“Pada dasarnya Toyota Astra Motor dan Toyota Indonesia mendukung seluruh kebijakan pemerintah. Kami yakin pemerintah juga memikirkan perkembangan industri otomotif nasional,” kata Bansar saat ditemui di Jakarta Pusat, seperti dilansir Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, Toyota sebagai produsen dan distributor kendaraan menyambut baik setiap kebijakan yang bertujuan memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.
“Kami sebagai produsen dan distributor tentu menyambut baik kebijakan pemerintah, apalagi jika bertujuan mendukung efisiensi dan kebutuhan konsumen,” ujarnya.
Bansar menambahkan, Toyota juga mendukung berbagai regulasi yang memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
“Apapun kebijakannya, selama memberikan manfaat bagi konsumen, kami mendukung. Toyota juga melihat masih banyak kebijakan lain yang dapat mendukung kebutuhan pelanggan dan pengembangan industri,” katanya.
Ia menilai langkah pemerintah mendorong hilirisasi industri nikel merupakan hal positif bagi masa depan industri otomotif nasional.
“Kalau kebijakan terbaru ini bertujuan meningkatkan hilirisasi, tentu sangat baik. Toyota Astra Motor pasti mendukung seluruh kebijakan pemerintah,” ujar Bansar.
Rencana pemberian insentif lebih besar untuk mobil listrik berbasis nikel sebelumnya juga mendapat respons positif dari sejumlah pelaku industri otomotif lainnya.
Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu memaksimalkan potensi sumber daya alam Indonesia sekaligus mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini