Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Coinbase Serukan Bank Merangkul Stablecoin, Bantah Ancaman bagi Sistem Perbankan

klaim bank bahwa stablecoin mengancam sistem keuangan, faryar shirzad menilai bank hanyalah melindungi pendapatan transaksi mereka.
Klaim bank bahwa stablecoin mengancam sistem keuangan, Faryar Shirzad menilai bank hanyalah melindungi pendapatan transaksi mereka.

Sinata.id – Ketika dunia keuangan modern ramai membicarakan potensi bahaya stablecoin, Faryar Shirzad, Chief Policy Officer Coinbase, muncul ke publik dengan sikap tegas. Dalam pernyataan yang dilansir Rabu (17/9/2025), Shirzad menepis anggapan bahwa aset ini adalah ancaman bagi stabilitas sistem keuangan global. Ia menyebut tudingan perbankan hanyalah narasi lama untuk mempertahankan keuntungan miliaran dolar.

Shirzad menyebut klaim bahwa stablecoin akan memicu arus keluar besar-besaran dari simpanan bank hanyalah mitos. “Analisis terbaru menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara adopsi stablecoin dan arus keluar simpanan di bank komunitas, dan tidak ada alasan percaya bank besar akan bernasib lebih buruk,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, bank-bank besar masih menyimpan triliunan dolar di Federal Reserve. Jika simpanan benar-benar terancam, kata Shirzad, langkah logis mereka bukan menyalahkan stablecoin, melainkan menawarkan suku bunga lebih tinggi agar nasabah tetap bertahan.

Baca Juga  Edit Foto Pakai Suara Kini Bisa Dicoba Android

Ancaman Sebenarnya

Shirzad mengungkapkan bahwa alasan perlawanan bank sesungguhnya bukan soal stabilitas finansial, tetapi soal bisnis pembayaran. Stable coin, jelasnya, menawarkan cara lebih cepat dan murah untuk memindahkan uang, sesuatu yang langsung menggerus pendapatan tahunan bank dari biaya transaksi kartu dan transfer.

Ia membandingkan fenomena ini dengan masa ketika perbankan menentang hadirnya ATM dan layanan perbankan daring. Kala itu, industri keuangan juga mengibarkan bendera risiko sistemik. “Padahal, yang mereka lakukan hanyalah melindungi margin keuntungan mereka sendiri,” kata Shirzad.

Stablecoin Bukan Tabungan Jangka Panjang

Beberapa laporan sempat memperkirakan arus keluar simpanan bank bisa mencapai triliunan dolar karena stable coin. Shirzad menepis proyeksi itu. Menurutnya, stablecoin digunakan lebih banyak untuk pembayaran lintas batas ketimbang sebagai produk tabungan.

Baca Juga  Pria Mengaku Tentara Ditangkap Warga, Ditemukan Senpi Rakitan

“Seorang pembeli stable coin untuk membayar pemasok luar negeri hanya memilih metode transaksi yang lebih efisien daripada melalui bank, bukan menarik dana dari rekening tabungan,” ujarnya, menegaskan bahwa stable coin lebih mirip jembatan pembayaran ketimbang pesaing deposito.

Alih-alih menolak, Shirzad mendesak sektor perbankan untuk merangkul teknologi stablecoin. Ia percaya inovasi ini bisa mempercepat penyelesaian transaksi, memangkas biaya perbankan koresponden, dan menyediakan layanan pembayaran 24 jam penuh. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini