Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Pematangsiantar

Bus Masuk Kota hingga Proyek Dikerjakan Akhir Tahun di Kota Siantar

bus masuk kota hingga proyek dikerjakan akhir tahun di kota siantar
Alfonso (kanan) menyampaikan pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan. dok DPRD Pematangsiantar

Pematangsiantar, Sinata.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pematangsiantar meminta penjelasan rinci atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Tahun Anggaran 2025, khususnya terkait kinerja pendapatan daerah, pengelolaan belanja, hingga sejumlah persoalan layanan publik.

Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna lanjutan melalui agenda pemandangan umum fraksi di Ruang Harungguan Bolon, Selasa.

Advertisement

Pemandangan umum Fraksi PDIP yang dibacakan Alfonso Sinaga menilai pemerintah kota belum menunjukkan langkah terobosan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Fraksi juga menyoroti masih tingginya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat yang dinilai mencerminkan rendahnya kemandirian fiskal daerah.

Berdasarkan data yang disampaikan, pendapatan daerah pada 2025 ditargetkan sebesar Rp1,124 triliun dengan realisasi Rp1,077 triliun. Sementara itu, belanja daerah yang dianggarkan Rp1,213 triliun terealisasi Rp1,117 triliun.

Baca Juga  Rp14,5 Miliar untuk Gedung Eks Rumah Singgah Covid-19, Penilaian KJPP Dipertanyakan

Pada pos pembiayaan, anggaran sebesar Rp88,8 miliar terealisasi penuh, dengan kondisi keuangan daerah tercatat defisit pada angka yang sama.

Selain aspek fiskal, Fraksi PDIP juga menyoroti rendahnya capaian retribusi daerah yang hanya mencapai 45,01 persen. Mereka mempertanyakan langkah pemerintah kota dalam meningkatkan optimalisasi sektor tersebut.

Fraksi ini turut meminta penjelasan terkait pengelolaan parkir di tepi jalan umum yang melibatkan pihak ketiga.

Menurut mereka, terjadi penurunan kinerja meski jumlah titik parkir, tarif, dan volume kendaraan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Di sektor transportasi, Fraksi PDIP menyoroti masih banyaknya bus berukuran besar yang melintas di kawasan inti kota, khususnya di sekitar Jalan Sutomo hingga Merdeka.

Baca Juga  Pemko Siantar Akan Siapkan Septic Tank Komunal, Warga Bayar Bulanan

Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta menunjukkan lemahnya pengawasan.

Permasalahan lain yang disampaikan mencakup belum difungsikannya taman pemakaman umum yang telah lama dikeluhkan warga.

Selain itu, pelaksanaan proyek infrastruktur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yang kerap dilakukan menjelang akhir tahun anggaran dinilai tidak efektif dan berdampak pada kerusakan jalan serta drainase yang berulang.

Fraksi PDIP juga menyinggung maraknya alih fungsi lahan pertanian serta minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Pematangsiantar yang disebut baru mencapai sekitar 4 persen. Mereka meminta penjelasan langkah pemerintah kota dalam mengatasi persoalan tersebut.

Baca Juga  GAMKI Siantar Salurkan Bantuan Tahap I untuk Korban Bencana Tapanuli Raya

Diakhir, Fraksi PDIP menegaskan, berbagai catatan yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD dan bertujuan mendorong perbaikan kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini