Magelang, Sinata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pengembangan kawasan aglomerasi wisata di sekitar Candi Borobudur yang melibatkan lima daerah penyangga.
Program ini ditargetkan mulai memasuki tahap pelaksanaan pada 2027 sebagai upaya menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak luas terhadap perekonomian daerah.
Konsep pengembangan tersebut menempatkan Candi Borobudur sebagai pusat atau hub wisata yang terhubung dengan berbagai destinasi unggulan di wilayah sekitarnya. Dengan skema ini, wisatawan tidak hanya berkunjung ke Borobudur, tetapi juga terdorong untuk menjelajahi destinasi lain yang saling terkoneksi.
Mengutip laman resmi Pemprov Jateng, Sabtu (6/6/2026), konsep aglomerasi wisata dinilai mampu mendistribusikan kunjungan wisatawan secara lebih merata ke berbagai daerah penyangga sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Jateng.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengatakan pengembangan sektor pariwisata ke depan tidak lagi berfokus pada Borobudur semata. Menurutnya, kawasan wisata di sekitar Borobudur harus terhubung melalui infrastruktur dan jaringan destinasi yang terintegrasi.
“Kami siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” ujar Luthfi.
Selain penguatan infrastruktur, pemerintah daerah juga diminta memperbanyak penyelenggaraan event wisata untuk meningkatkan daya tarik kunjungan.
Menurut Luthfi, jumlah agenda wisata yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kalau setahun baru 100 event, itu masih kurang. Tambah lagi. Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi,” tegasnya.
Lima Daerah Penyangga Borobudur
Dalam pengembangan kawasan aglomerasi wisata tersebut, terdapat lima daerah yang diproyeksikan menjadi penopang utama.
- Kabupaten Magelang
Sebagai lokasi berdirinya Candi Borobudur, Kabupaten Magelang tetap menjadi pusat utama kawasan wisata. Selain Borobudur, daerah ini memiliki banyak desa wisata dan destinasi alam yang berpotensi dikembangkan.
- Kota Magelang
Kota Magelang akan berfungsi sebagai pintu masuk wisata sekaligus pusat layanan pendukung bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Borobudur dan sekitarnya.
- Kabupaten Purworejo
Purworejo memiliki potensi wisata alam dan budaya yang dinilai mampu melengkapi pengalaman wisatawan selama berada di kawasan Borobudur.
- Kabupaten Kebumen
Kebumen menawarkan beragam destinasi unggulan seperti kawasan pantai dan geopark. Potensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan di Jateng.
- Kabupaten Temanggung
Temanggung menjadi bagian dari kawasan aglomerasi wisata yang dikenal dengan sebutan Keburejo-Gelangmanggung. Daerah ini memiliki potensi wisata pegunungan dan desa wisata yang terus berkembang.
Desa Wisata Jadi Prioritas
Selain memperkuat konektivitas antardaerah, Pemprov Jateng juga menjadikan pengembangan desa wisata sebagai salah satu fokus utama.
Setiap daerah telah menetapkan target pengembangan desa wisata baru. Kabupaten Magelang menargetkan 50 desa wisata, Purworejo 45 desa wisata, Kebumen 35 desa wisata, Temanggung 30 desa wisata, dan Kota Magelang 5 desa wisata.
Melalui pengembangan kawasan wisata terintegrasi ini, pemerintah berharap manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di berbagai daerah, sekaligus memperkuat posisi Jateng sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. (kcm/A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini