Jakarta, Sinata.id – Menjelang pergantian tahun, Indonesia harus menghadapi kenyataan pahit akibat bencana banjir besar yang melanda wilayah Sumatera.
Hingga Kamis (25/12/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka kematian yang memprihatinkan, yakni mencapai 1.135 jiwa.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa momen menuju 2026 ini dilewati dalam suasana keprihatinan yang mendalam.
Wilayah Terdampak Paling Parah
Data BNPB merinci sebaran korban jiwa di beberapa titik krusial:
Aceh Utara: 205 orang meninggal dunia.
Tapanuli Tengah: 191 orang meninggal dunia.
Tapanuli Selatan: 133 orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, sebanyak 173 orang dinyatakan masih hilang. Kerusakan infrastruktur pun masif, dengan lebih dari 157 ribu rumah rusak dan ratusan fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, serta jembatan hancur diterjang arus.
Ancaman Belum Berakhir
Meski BMKG memprediksi intensitas hujan sepekan ke depan cenderung ringan, Pratikno mengingatkan warga untuk tidak lengah. Bahaya tersembunyi mengintai di aliran sungai.
”Kita harus tetap waspada. Banyak sungai yang mengalami pendangkalan akibat material tanah longsor, sehingga risiko luapan air masih sangat tinggi,” ujar Pratikno melalui konferensi pers di kanal YouTube BNPB.
Pesan untuk Pemudik dan Solidaritas Nasional
Bagi masyarakat yang sedang merayakan libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah mengimbau agar terus memantau informasi terkini dari aplikasi BMKG dan BNPB.
Keselamatan dalam perjalanan harus menjadi prioritas utama di tengah cuaca yang tak menentu.
Di akhir pesannya, Menko PMK mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengubah rasa prihatin menjadi aksi nyata dengan saling bahu-membahu membantu para korban.
”Mari kita berdoa dan berikan dukungan terbaik agar saudara-saudara kita segera pulih, bahkan bangkit lebih kuat. Kita sambut tahun 2026 dengan harapan baru dan solidaritas yang lebih erat,” katanya. []









Jadilah yang pertama berkomentar di sini