Jakarta, Sinata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 12 hingga 18 Mei 2026.
Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah fenomena atmosfer, mulai dari Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, hingga kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W di Samudra Pasifik utara Papua.
BMKG mencatat pada periode 7-10 Mei 2026, sejumlah daerah telah mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Curah hujan tertinggi terjadi di Sulawesi Tenggara mencapai 146 mm per hari, disusul Papua Tengah sebesar 143,2 mm per hari.
Selain itu, hujan lebat juga tercatat di Riau 86,3 mm per hari, Maluku 72,6 mm per hari, Kalimantan Barat 71,4 mm per hari, Maluku Utara 67,3 mm per hari, Sumatera Utara 66 mm per hari, serta Aceh 63,8 mm per hari.
Bibit Siklon Tropis 96W Picu Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan Bibit Siklon Tropis 96W saat ini berada di Samudra Pasifik utara Papua dan diprediksi bergerak menuju timur Filipina dalam 24 jam ke depan.
Sistem tersebut memiliki tekanan udara minimum sekitar 1004 hPa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot.
Keberadaan bibit siklon itu memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi dari perairan utara Papua hingga Maluku Utara yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Laut Natuna dan Selat Makassar yang memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi bagian selatan diperkirakan terdampak dinamika atmosfer tersebut.
Fenomena Atmosfer Masih Aktif
BMKG menyebut fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan berada pada fase 3 atau wilayah Samudra Hindia dan melintasi sebagian besar Indonesia.
Sementara Gelombang Kelvin diprediksi aktif di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.
Adapun Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Laut Flores, hingga NTT.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia meskipun sebagian daerah mulai memasuki masa peralihan musim hujan menuju musim kemarau.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 12-14 Mei 2026
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah berikut, yakni Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.
Prakiraan Cuaca 15-18 Mei 2026
Pada periode 15-18 Mei 2026, cuaca di Indonesia diprediksi didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, potensi hujan lebat masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan disertai petir dan angin kencang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan genangan air.
Masyarakat juga diminta berhati-hati saat berkendara ketika hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi.
Selain itu, BMKG mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan rapuh saat cuaca ekstrem berlangsung.
“Perubahan cuaca yang dinamis perlu menjadi perhatian dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara serta kegiatan luar ruang,” tulis BMKG.
BMKG meminta masyarakat rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, maupun media sosial resmi @infobmkg. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini