Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

BMKG: Akhir Mei 2026 Didominasi Hujan Ringan, Angin Timur Mulai Aktif

hujan
Hujan. (Foto: Ist)

Selain itu, BMKG mencatat nilai indeks NINO 3.4 pada dasarian II Mei 2026 mencapai 1,00.

Angka tersebut menunjukkan kondisi laut Pasifik tengah berada dalam fase hangat dan telah melampaui ambang netral selama empat dasarian berturut-turut.

Advertisement

BMKG memperkirakan peluang terjadinya El Nino lemah mencapai 100 persen, El Nino moderat 95 persen, dan El Nino kuat sekitar 60 persen.

Meski demikian, BMKG mengingatkan prediksi ENSO pada Mei 2026 umumnya hanya memiliki tingkat akurasi tinggi untuk tiga bulan ke depan sehingga perlu disikapi secara hati-hati.

Di sisi lain, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini berada dalam kondisi netral diprediksi mulai bergerak menuju fase positif pada periode Juli hingga November 2026.

Baca Juga  Gempa M 5,7 Guncang Mentawai, Getaran Terasa Hingga Padang

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi distribusi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Untuk periode dasarian III Mei 2026, curah hujan di Indonesia diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah dengan kisaran 0–150 milimeter per dasarian.

Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori rendah atau di bawah 50 milimeter per dasarian meliputi Aceh, sebagian Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung bagian timur, Jawa Barat bagian utara, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Papua, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.

Meski begitu, BMKG memastikan belum ada wilayah di Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan ekstrem maupun kekeringan meteorologis dengan status awas pada periode tersebut.

Baca Juga  Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Indonesia, Catat Waktunya

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terkini guna mengantisipasi potensi dampak perubahan cuaca, terutama terhadap sektor pertanian, kebencanaan, dan pengelolaan sumber daya air. (A08)

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini