Jakarta, Sinata.id – Pelarian debt collector atau yang kerap disebut “mata elang” (matel) berinisial JBI berakhir di ruas Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Pria yang diduga menikam advokat Bastian Sori di kawasan Kelapa Dua, Tangerang itu diringkus aparat saat berada di dalam bus yang tengah melaju keluar daerah.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, Sabtu (28/2/2026), penangkapan berlangsung dramatis namun tanpa perlawanan. Tim penyidik menghentikan kendaraan mereka di bahu tol, lalu berjalan kaki menghampiri sebuah bus yang dicurigai membawa pelaku.
Saat itu, JBI telah duduk di dalam bus dengan mengenakan jaket abu-abu. Beberapa petugas kemudian naik ke dalam kendaraan umum tersebut. Lampu kabin dinyalakan untuk memastikan identitas target, sebelum akhirnya pelaku diamankan.
Dalam interogasi singkat di lokasi, JBI mengaku melarikan diri seorang diri usai insiden penusukan. Tanpa perlawanan berarti, ia langsung digiring keluar dari bus untuk selanjutnya dibawa ke Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan intensif.
Sebelumnya, kepolisian mengungkap bahwa terdapat tiga orang yang teridentifikasi terkait kasus penusukan terhadap advokat tersebut. Hingga kini, dua nama lainnya masih dalam pengejaran aparat.
Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyatakan satu pelaku telah dipastikan sebagai eksekutor, sementara dua lainnya diduga terlibat dan kini menjadi target pencarian.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan AKP Wira menegaskan proses penyelidikan terus berjalan. Pihaknya bekerja sama dengan Polsek Kelapa Dua serta mendapat dukungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk mempercepat pengungkapan kasus.
“Kami masih mendalami peran masing-masing pelaku. Mohon dukungan agar proses penyelidikan segera membuahkan hasil,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto turut membenarkan bahwa penangkapan dilakukan saat tersangka berada di dalam bus dan hendak melarikan diri ke luar kota.
Kasus ini kini memasuki tahap pendalaman motif dan keterlibatan pihak lain, sementara aparat memburu dua pelaku yang masih buron. (A18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini