Caracas, Sinata.id – Pemerintah Venezuela mengumumkan penerimaan dana sebesar 300 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun dari skema pembagian hasil penjualan minyak mentah yang dilakukan Amerika Serikat.
Pengumuman itu disampaikan Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, pada Selasa (20/1/2026).
Dana tersebut akan digunakan untuk menopang nilai tukar mata uang nasional, bolivar, yang saat ini berada dalam tekanan berat.
Rodriguez menjelaskan, dana itu merupakan bagian dari total penjualan minyak Venezuela senilai 500 juta dollar AS atau setara Rp 8,4 triliun yang dipasarkan oleh Washington.
Menurutnya, kebijakan ini ditempuh untuk menjaga keseimbangan pasar valuta asing di dalam negeri.
“Langkah ini kami ambil untuk menstabilkan pasar valuta asing demi melindungi pendapatan serta daya beli para pekerja,” kata Rodriguez, seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat menyebut Presiden Donald Trump berhasil memediasi sebuah kesepakatan energi yang dinilai bersejarah.
Trump mengklaim perjanjian tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat Amerika Serikat maupun Venezuela.
Terkait mekanisme penjualan, Presiden ke-47 AS itu menegaskan bahwa minyak Venezuela tetap dijual mengikuti harga pasar. Namun, pengelolaan hasil penjualannya berada di bawah kendalinya.
“Pendapatan dari penjualan itu akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat,” ujar Trump. (A18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini