Riyadh, Sinata.id — Ketegangan di kawasan Teluk kembali mencapai puncaknya pada Rabu (11/3/2026) setelah sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan enam rudal balistik yang diluncurkan menuju Pangkalan Udara Prince Sultan, salah satu fasilitas militer strategis di wilayah tersebut. Insiden ini mempertegas eskalasi konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Arab Saudi, enam rudal itu ditembak jatuh saat mendekati pangkalan, tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan besar pada instalasi militer.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa satu rudal lainnya berhasil dicegat saat diarahkan ke bagian timur negara.
Fasilitas Prince Sultan Air Base sebelumnya telah menjadi titik fokus serangan udara dalam beberapa gelombang konflik yang terjadi sejak akhir Februari 2026, ketika perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel mulai memicu serangan lintas batas di wilayah Teluk.
Selain rudal, otoritas pertahanan Riyadh juga melaporkan bahwa sejumlah pesawat nirawak (drone) musuh turut dihadang oleh sistem udara negara, menunjukkan kompleksitas ancaman yang kini dihadapi Kerajaan.
Situasi ini juga bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir.
Data intelijen menunjukkan bahwa sebelumnya negara-negara Teluk lain seperti Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab juga mengalami gelombang serangan drone dan rudal yang dicegat oleh pertahanan udara masing-masing. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini