Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Dunia

Harga BBM Filipina Naik Tajam, Tembus 100 Peso per Liter Akibat Krisis Energi

harga bbm filipina naik tajam, tembus 100 peso per liter akibat krisis energi
Ilustrasi BBM. (freepik)

Manila, Sinata.id – Sejumlah perusahaan minyak di Filipina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan pada Selasa (24/3/2026).

Kenaikan ini mencakup bensin, solar (diesel), hingga minyak tanah, dengan lonjakan mencapai dua digit per liter.

Advertisement

Perusahaan seperti UniOil dan SeaOil menetapkan kenaikan harga minyak tanah sebesar 20,90 peso per liter, diesel 16,80 peso per liter, dan bensin 9,70 peso per liter. Sementara itu, Petron menaikkan harga bensin sebesar 10,50 peso, diesel 17,50 peso, dan minyak tanah 21,50 peso per liter.

Adapun Cleanfuel melakukan penyesuaian bertahap dengan kenaikan sekitar 8,40 peso per liter untuk solar.

Penyesuaian harga oleh sejumlah perusahaan tersebut mulai berlaku pukul 06.00 waktu setempat.

Baca Juga  KLM Datangkan Airbus A350 Pertama 2026, Lebih Hemat dan Super Nyaman

Harga BBM Berpotensi Tembus 100 Peso per Liter

Dengan kenaikan tersebut, harga BBM di Filipina diperkirakan melampaui 100 peso per liter. Kisaran harga terbaru adalah sebagai berikut:

Bensin: 84,30 hingga 110,10 peso per liter

Diesel: 108,80 hingga 133,10 peso per liter

Minyak tanah: 120,89 hingga 164,69 peso per liter

Lonjakan harga ini dipicu oleh tekanan pasokan global serta meningkatnya harga minyak dunia.

Krisis Energi dan Dampak Geopolitik

Kenaikan harga BBM tidak terlepas dari dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi ini memicu gangguan pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak.

Pemerintah Filipina bahkan telah menetapkan status darurat energi nasional selama satu tahun guna mengantisipasi krisis yang lebih dalam.

Baca Juga  Perang AS–Iran Memanas, Pasar Global Rontok dan Harga Minyak Melonjak

Filipina yang sangat bergantung pada impor energi kini berupaya mencari alternatif pasokan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melobi Amerika Serikat agar diberikan pengecualian untuk membeli minyak dari negara-negara yang dikenai sanksi, seperti Venezuela, Iran, dan Rusia.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbahan batu bara serta menambah cadangan energi nasional.

Filipina dilaporkan memiliki cadangan bahan bakar sekitar 45 hingga 60 hari dan tengah mengupayakan tambahan pasokan sekitar 1 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.

Di sisi lain, beberapa perusahaan seperti PetroGazz justru menurunkan harga BBM pada pekan sebelumnya sebagai bagian dari strategi bisnis di tengah fluktuasi pasar. (A02)

Baca Juga  FIX! Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik hingga Akhir 2026, Ini Jaminan Pemerintah

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini