Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Anggota DPR Dorong Infrastruktur dan Pertanian Jadi Fokus Utama Pemulihan

anggota dpr dorong infrastruktur dan pertanian jadi fokus utama pemulihan
Rahmat Saleh

Jakarta, Sinata.id — Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menaruh perhatian serius terhadap dampak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Ia menekankan, perbaikan infrastruktur dan pemulihan sektor pertanian harus ditempatkan sebagai fokus utama dalam upaya pemulihan nasional.

Advertisement

Rahmat mengungkapkan, bencana telah menyebabkan kerusakan besar, terutama pada fasilitas publik. Ratusan jembatan dan ruas jalan dilaporkan rusak, sementara sistem irigasi pertanian mengalami gangguan akibat longsor.

Tak hanya itu, ratusan ribu hektare lahan persawahan kini tertutup lumpur sehingga tidak dapat digarap secara optimal.

“Kerusakan ini bukan hanya soal fisik. Ketika sawah tertimbun lumpur, kehidupan petani ikut terancam,” ujar Rahmat, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga  Anggota DPR RI Sorot Ketimpangan Nasib Guru Daerah Masih Lebar

Ia menilai, kondisi tersebut memerlukan respons cepat dan kebijakan yang berpihak pada petani. Pemerintah, kata Rahmat, perlu menyiapkan bantuan nyata, baik berupa subsidi pertanian maupun skema pekerjaan sementara bagi petani yang kehilangan sumber penghidupan.

Menurutnya, sawah memiliki nilai lebih dari sekadar lahan produksi. “Bagi para petani, sawah adalah penopang utama kehidupan keluarga. Melihat kondisinya saat ini tentu sangat memprihatinkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rahmat menyoroti besarnya dampak ekonomi akibat bencana. Oleh karena itu, ia mendorong agar program pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya petani.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah menyiapkan anggaran penanganan bencana sebesar Rp60 triliun melalui Kementerian Keuangan.

Baca Juga  KPK Minta Maaf soal Polemik Penahanan Yaqut, Dugaan Intervensi Mencuat

Rahmat berharap dana tersebut dapat dialokasikan secara tepat sasaran untuk program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.

“Dengan dukungan anggaran dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, kita optimistis Sumatera Barat dapat segera bangkit kembali. Semoga ikhtiar ini mendapat dukungan dan doa dari semua pihak,” pungkasnya. (*)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini