Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Akui Kinerja OPD Lambat, Bupati Tapteng Minta Maaf atas Penanganan Pascabencana

akui kinerja opd lambat, bupati tapteng minta maaf atas penanganan pascabencana
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, saat menyampaikan pemaparan dalam Musrenbang RKPD di Gedung Serbaguna Pandan. (Photo: Istimewa)

Tapanuli Tengah, Sinata.id – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas belum optimalnya kinerja pemerintah daerah dalam menangani pemulihan pascabencana.

Hal tersebut disampaikannya secara terbuka saat membuka Musrenbang RKPD di Gedung Serbaguna Pandan, Selasa (14/4/2026). Ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum bekerja maksimal dan terkesan lambat dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Advertisement

“Ini juga kesalahan saya. Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Tapanuli Tengah atas kinerja pemerintahan yang belum merata dan belum menjawab keluhan rakyat,” ucap Masinton.

Menurutnya, lambatnya pelaksanaan tugas pemerintahan tidak hanya berdampak pada birokrasi, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam hal pelayanan publik.

Baca Juga  Toko Kelontong Terbakar di Samosir, Anak Pemilik Toko Tewas

“Dampak ke daerahnya nyata bapak ibu. Bukan hanya dampak ke pemerintahan tapi terhadap pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, Masinton juga menyoroti bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah belum berjalan optimal. Bahkan, ia menilai terdapat kelemahan mendasar dalam sistem perencanaan kinerja.

“Perencanaan kinerja pemkab menunjukkan kelemahan fundamental yang mengkhawatirkan. Indikator kinerja yang ditetapkan tidak memenuhi kriteria, tidak spesifik dan target yang ditetapkan tidak realistis,” ujarnya.

Ia pun meminta seluruh OPD untuk segera berbenah dan meninggalkan pola kerja lama yang tidak lagi relevan. Masinton menekankan pentingnya kerja yang lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Baca Juga  Bupati Tapteng Dilaporkan ke Kejati Sumut Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran

“Berubahlah, kita bantulah itu bapak ibu. APBD ini kita gunakan sebesar-besarnya untuk membantu penderitaan masyarakat,” timpalnya.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan kinerja serta memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran ke depan. (SN16)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini