Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Aceh Tengah Susun Grand Design Pembangunan Kependudukan

pemerintah aceh tengah melalui dkbp3a menggelar fgd penyusunan grand design pembangunan kependudukan (gdpk).
Pemerintah Aceh Tengah melalui DKBP3A menggelar FGD penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). (Ist)

Sinata.idTakengon kembali menjadi ruang diskusi penting. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), Selasa (23/9/2025) di Aula Hotel Renggali.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala DKBP3A Aceh Tengah, Helfi Triyansi, yang menegaskan bahwa GDPK bukan sekadar dokumen formal, melainkan arah strategis pembangunan berbasis kependudukan.

Advertisement

“GDPK adalah fondasi dalam menyusun kebijakan pembangunan. Bukan hanya tentang jumlah penduduk, tetapi juga kualitas, persebaran, dan ketahanan keluarga. Untuk itu, sinergi lintas sektor mutlak diperlukan,” ujar Helfi.

Lintas Instansi, Satu Komitmen

FGD tersebut menghadirkan perwakilan dari instansi strategis, mulai dari Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kemenag, Kacabdin, Dukcapil, BPS, Kominfo hingga DKBP3A sebagai penyelenggara.

Baca Juga  Walhi Sumut Sebut 7 Perusahaan Penyebab Utama Banjir Besar di Tapanuli

Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun Aceh Tengah dengan pijakan data yang akurat.

Pilar Utama GDPK

Salah satu narasumber, Indrita Leo Santi, memaparkan lima pilar GDPK yang akan menjadi kerangka besar pembangunan kependudukan, seperti Pengendalian kuantitas penduduk, Peningkatan kualitas penduduk, Pembangunan keluarga, Penataan persebaran dan mobilitas penduduk, dan Penataan administrasi kependudukan.

Poin-poin ini menjadi acuan untuk merumuskan kebijakan jangka panjang yang tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan, Zahara Zakaria, ST, menekankan urgensi penyusunan GDPK.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah benar-benar aktif memberikan data, analisis, dan perspektif sektoral. Dokumen ini harus mencerminkan kondisi riil Aceh Tengah. GDPK nantinya diharapkan mampu menjawab tantangan nyata, mulai dari tingginya angka ketergantungan, distribusi penduduk yang timpang, hingga peningkatan kualitas SDM dan ketahanan keluarga,” jelasnya.

Baca Juga  Santunan Korban Tabrak Lari di Tebing Segera Cair, Polisi dan Jasa Raharja Survei TKP

Zahara menambahkan, GDPK akan menjadi tools penting dalam penyusunan dokumen pembangunan lain, termasuk RPJMD, RKPD, hingga kebijakan sektoral pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini