Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Persaingan AS-Tiongkok Meningkat, Beijing Kejar Dominasi Militer dan Teknologi

persaingan as-tiongkok meningkat, beijing kejar dominasi militer dan teknologi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat, Beijing. (apphoto)

Beijing, Sinata.id – Persaingan strategis antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus berkembang, tidak hanya di bidang ekonomi dan perdagangan, tetapi juga dalam sektor militer, teknologi, dan eksplorasi ruang angkasa.

Mantan Kolonel Senior Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Zhou Bo, menegaskan bahwa kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan global tidak lagi menjadi prediksi masa depan, melainkan kenyataan yang sedang berlangsung.

Advertisement

“Saya pikir kebangkitan Tiongkok tidak dapat dihindari. Tiongkok bukan sedang bangkit, tetapi sudah bangkit. Pertanyaannya adalah bagaimana negara ini akan berperilaku di panggung internasional,” ujar Zhou, seperti dilansir Sabtu (6/6/2026).

Saat ini, Zhou menjabat sebagai Peneliti Senior di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional Universitas Tsinghua. Ia memulai karier militernya pada 1979, ketika modernisasi besar-besaran militer Tiongkok mulai dijalankan.

Menurut Zhou, AS masih menjadi kekuatan militer paling dominan di dunia. Namun, Beijing memiliki target jangka panjang untuk menyamai kemampuan tersebut.

Baca Juga  Gunakan Teknologi Robotik, Konstruksi Pembangkit Nuklir Xuwei 3 Kali Lebih Cepat

“Ketika Tiongkok memperingati 100 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 2049, kami menargetkan menjadi militer kelas dunia. Itu berarti kami berharap dapat mengejar ketertinggalan dari militer AS pada saat itu,” katanya.

Modernisasi Militer Tiongkok

Pada era kepemimpinan Mao Zedong, jumlah personel militer Tiongkok mencapai sekitar 6,5 juta prajurit. Namun, ketika Deng Xiaoping mengambil alih kepemimpinan, strategi pertahanan mengalami perubahan besar.

Deng menekankan modernisasi dan kualitas pasukan dibandingkan jumlah personel. Reformasi tersebut menjadi fondasi bagi transformasi PLA menjadi kekuatan militer yang lebih modern dan berbasis teknologi.

Dalam beberapa dekade terakhir, Tiongkok terus meningkatkan kemampuan pertahanannya melalui penguatan armada angkatan laut, pengembangan sistem rudal canggih, serta perluasan persediaan hulu ledak nuklir.

“Saya melihat adanya unsur persaingan antara kedua negara. Kekuatan militer Tiongkok terus berkembang dan semakin mendekati kemampuan Amerika Serikat,” ujar Zhou.

Baca Juga  Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke St Petersburg, Rusia Sebut Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Persaingan Baru di Ruang Angkasa

Kompetisi antara Washington dan Beijing juga meluas ke sektor antariksa. Hubungan erat antara program luar angkasa Tiongkok dengan sektor pertahanan menjadi perhatian pemerintah AS.

Meski demikian, Zhou menegaskan bahwa Tiongkok tidak memiliki kepentingan untuk menjadikan ruang angkasa sebagai arena konflik bersenjata.

“Kita masih memiliki banyak persoalan di Bumi. Mengapa harus menempatkan senjata di luar angkasa untuk menyerang tanah air sendiri? Itu terdengar tidak masuk akal,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa ruang angkasa telah menjadi domain strategis baru yang berkaitan dengan keunggulan teknologi dan keamanan nasional.

Kemampuan Anti-Satelit Jadi Sorotan

Salah satu momen yang menarik perhatian dunia terjadi pada 2007 ketika PLA berhasil menghancurkan satelit cuaca yang sudah tidak beroperasi menggunakan rudal anti-satelit (ASAT) berbasis darat.

Menurut Zhou, kemampuan tersebut memang dimiliki Tiongkok sebagai bagian dari sistem pertahanan modern.

Baca Juga  Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Kontroversi Kasus Epstein Jadi Sorotan

“Kami memiliki kemampuan anti-satelit untuk menargetkan satelit menggunakan rudal. Di ruang angkasa, sering kali sulit menentukan apa yang dapat dikategorikan sebagai senjata dan apa yang bukan,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Intelijen Pertahanan AS menilai Tiongkok kemungkinan telah mengembangkan kemampuan ASAT untuk menjangkau orbit yang lebih tinggi serta terus memperluas teknologi antariksa militer.

Dorongan Stabilitas Strategis Global

Pendiri sekaligus Presiden Pusat untuk Tiongkok dan Globalisasi, Henry Wang, menilai hubungan kedua negara kini telah melampaui sekadar persaingan strategis.

“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang kompetisi strategis, tetapi juga stabilitas strategis. AS dan Tiongkok harus menciptakan keseimbangan demi kepentingan kedua negara dan stabilitas dunia,” kata Wang.

Di tengah dinamika tersebut, Presiden AS Donald Trump terus mendorong penguatan sektor teknologi nasional guna mempertahankan keunggulan AS dalam menghadapi perkembangan pesat Tiongkok di bidang militer, teknologi, dan antariksa. (A02)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini