JAKARTA, Sinata.id – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Kebijakan ini disesuaikan dengan hari aktif kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan itu.
Kata dia, perubahan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tanpa mengurangi kualitas layanan maupun pemenuhan gizi bagi penerima manfaat.
“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony dalam keterangannya dikutip Jumat, (29/5/2026).
Menurutnya, penyesuaian ini bertujuan agar distribusi MBG lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di lapangan.
Ke depan, makanan bergizi gratis hanya akan diberikan saat siswa berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” katanya.
Selain perubahan jadwal distribusi, BGN juga menghentikan sistem bundling makanan yang sebelumnya diterapkan ketika terdapat hari libur sekolah di tengah pekan.
Dalam sistem tersebut, jatah makanan untuk hari libur dibagikan lebih awal dalam bentuk paket yang dapat dibawa pulang oleh siswa.
“Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,” jelas Sony.
Meski demikian, Sony menegaskan kebijakan efisiensi ini tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas layanan Program MBG.
“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” tegasnya. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini