Tanjungbalai, Sinata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungbalai dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadhan.
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menegaskan pemenuhan gizi bagi anak usia dini dan pelajar tidak boleh terhenti meski para siswa tengah menjalankan ibadah puasa.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, Wakil Wali Kota (Wawako) Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, bersama Satuan Tugas MBG melakukan monitoring ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Pematang Pasir 1, SPPG Pematang Pasir 2, dan SPPG Yayasan Mitra Buana Sehati Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Jumat (27/2/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Fadly menegaskan bahwa penyesuaian pola distribusi selama Ramadhan tidak boleh mengurangi kualitas maupun kandungan gizi makanan. Jika pada hari biasa makanan disajikan siap santap, maka selama puasa paket yang dibagikan berupa menu kering untuk kebutuhan berbuka dan sahur.
Baca juga:Bangun SPPG MBG Butuh Modal Hingga Rp6 Miliar, Ini Rincian Biayanya
Adapun paket Ramadhan terdiri atas telur, susu, puding susu, kurma, biskuit, roti, kacang-kacangan, serta buah seperti jeruk, apel, pir, dan pisang. Setiap paket didistribusikan sekaligus untuk kebutuhan tiga hari.
“Meski bentuknya berbeda, standar gizinya harus tetap terpenuhi. Laporan menu harian juga wajib dikirim ke Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Tanjungbalai untuk evaluasi berkala,” tegas Fadly.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan bahan pangan mengutamakan produk lokal dibandingkan produk nasional sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan ekonomi daerah.
Selain aspek gizi, pengawasan juga difokuskan pada kebersihan dan keamanan pangan. Wawako Tanjungbalai menginstruksikan agar seluruh buah dicuci menggunakan air mengalir dan sabun khusus yang aman guna menghilangkan residu pestisida.
Proses pengemasan pun wajib memenuhi standar higienis, seperti penggunaan masker, sarung tangan, dan penutup kepala oleh petugas. Area pencucian dan sterilisasi ompreng (wadah makan) harus dipisahkan, dengan ruang sterilisasi berada di dalam ruangan tertutup agar peralatan tetap higienis.
Baca juga:MBG Tetap Jalan di Ramadan, Ini Jadwal Libur dan Menu Khusus Lebaran
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai turut memberikan rekomendasi agar menu MBG tidak menggunakan penyedap rasa buatan. Pihak SPPG didorong mengelola bahan pangan secara mandiri atau memanfaatkan produk lokal yang lebih terjamin kualitasnya.
Monitoring ini menjadi bukti keseriusan Pemko Tanjungbalai dalam menjaga keberlangsungan program MBG selama Ramadhan. Pemerintah berharap, meski dalam suasana berpuasa, kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi sehingga kesehatan dan konsentrasi belajar mereka tetap optimal. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini