Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K β€’ 2.6K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB PALOPO β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 – WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Komisi X Soroti Ketidakseimbangan Akses dan Pelestarian Cagar Budaya

komisi x soroti ketidakseimbangan akses dan pelestarian cagar budaya
Anggota Komisi X DPR RI Bonie Triyana (ft: parlementaria)

Sleman, Sinata.id – Panitia Kerja (Panja) Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI menyoroti masih adanya ketidaksinkronan antara upaya pelestarian situs bersejarah dengan kebutuhan akses publik terhadap kawasan cagar budaya.

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mengatakan pengelolaan cagar budaya saat ini menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan kepentingan edukasi, pariwisata, dan pelestarian.

Advertisement

Menurutnya, masyarakat, khususnya pelajar, membutuhkan akses yang terjangkau untuk mempelajari sejarah dan budaya. Namun di sisi lain, jumlah pengunjung juga harus disesuaikan dengan daya tampung situs agar kelestariannya tetap terjaga.

β€œPelajar membutuhkan akses yang mudah dan terjangkau untuk belajar. Namun, jumlah pengunjung juga harus diperhatikan karena setiap cagar budaya memiliki kapasitas yang terbatas,” ujar Bonnie saat kunjungan kerja Tim Panja Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Candi Prambanan, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga  Pengumuman Berubah Mendadak, Anggota DPR Soroti Kisruh Jalur Talent Scouting UI

Ia menjelaskan, Komisi X DPR RI tengah menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah, termasuk kepada Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Dalam Negeri, agar pengelolaan cagar budaya tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga memberikan manfaat bagi pendidikan dan perekonomian masyarakat sekitar.

Bonnie juga menegaskan bahwa cagar budaya merupakan warisan bersama yang menjadi milik masyarakat, bukan semata-mata milik pemerintah atau negara.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Selain masyarakat, perhatian juga diarahkan kepada pihak pengelola kawasan wisata heritage, termasuk PT Taman Wisata Candi.

Menurutnya, pengelola tidak hanya bertanggung jawab terhadap aspek ekonomi, tetapi juga memiliki kewajiban sosial untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya bagi generasi mendatang.

Baca Juga  Kementerian Kebudayaan Percepat Penetapan Cagar Budaya Nasional, 430 Objek Baru Resmi Dilindungi

β€œCagar budaya harus tetap terpelihara agar dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi yang akan datang,” katanya.

Komisi X DPR RI berharap pengelolaan cagar budaya ke depan mampu menghadirkan keseimbangan antara pemanfaatan untuk kepentingan publik dan upaya pelestarian, sehingga nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dalam jangka panjang. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini