Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Waspada! 3 Positif dan 6 Suspek Hantavirus di Jakarta

hantavirus
Ilustrasi hantavirus. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sinata.id  — Ancaman Hantavirus di ibu kota belum mereda. 

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat tiga kasus positif dan enam suspek yang masih dalam pemantauan intensif hingga Senin (18/5/2026) — memaksa otoritas kesehatan mengaktifkan sistem kewaspadaan berlapis di seluruh fasilitas medis Jakarta.

Advertisement

Enam Suspek Masih Dipantau Ketat

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan perkembangan terkini usai kunjungan ke Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Jakarta Barat.

“Untuk update kasus Hantavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada 3 kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan. Tapi ada 6 suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini,” ujarnya.

Sebagai respons, Dinkes DKI telah mengedarkan surat kewaspadaan ke seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta dan menetapkan sejumlah RSUD sebagai rumah sakit sentinel — pos pemantauan khusus untuk mendeteksi dini lonjakan kasus di masyarakat.

Tim Gerak Cepat juga resmi diaktifkan untuk memantau potensi eskalasi kasus secara real-time.

Bahaya Tersembunyi: Kotoran Tikus yang Mengering

Ani mengingatkan bahwa momen paling berbahaya bagi warga justru terjadi saat kegiatan yang tampak sepele — membersihkan rumah.

Hantavirus menular terutama melalui inhalasi aerosol: partikel kering dari kotoran, air liur, atau urine tikus yang bercampur udara dan tanpa sadar terhirup. 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini