Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Kolom

Pendidikan Sebagai Jalan Perubahan Umat

pendidikan sebagai jalan perubahan umat
Dosen STAI Samora, Suteki MM

Oleh : Suteki MM
Dosen STAI Samora

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus menuntut ilmu. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik dalam kehidupan, yang telah membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya ilmu pengetahuan.

Advertisement

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban umat manusia. Dalam perspektif Islam, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter, akhlak, dan keimanan.

Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan umat menuju kehidupan yang lebih baik, beradab, dan diridhai Allah SWT.

Allah SWT telah menegaskan pentingnya ilmu dan pendidikan dalam Al-Qur’an. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5:
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah kunci awal dalam membangun peradaban umat. Perintah “iqra’” tidak hanya berarti membaca teks, tetapi juga membaca realitas kehidupan, memahami ilmu pengetahuan, serta mengembangkan potensi diri.

Selain itu, Allah SWT juga meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 disebutkan:
Artinya: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Baca Juga  Refleksi Hari Guru Indonesia: Paradoks Pendidik

Ayat ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Umat yang berilmu akan memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, bertindak bijak, dan mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam sejarah Islam, kita dapat melihat bagaimana pendidikan menjadi faktor utama dalam perubahan umat. Pada masa jahiliyah, masyarakat Arab hidup dalam kegelapan moral, penuh dengan kebodohan dan penyimpangan.

Namun, dengan hadirnya Islam yang membawa nilai-nilai pendidikan berbasis tauhid, akhlak, dan ilmu pengetahuan, masyarakat tersebut berubah menjadi umat yang beradab dan memimpin peradaban dunia.

Rasulullah SAW juga sangat menekankan pentingnya pendidikan. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim”. Artinya: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini menunjukkan bahwa pendidikan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap individu muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Kewajiban ini mencakup ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat bagi kehidupan umat.

Lebih dari itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Hadis ini memberikan motivasi besar bagi umat Islam untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Pendidikan bukan hanya berdampak pada kehidupan dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju kebahagiaan di akhirat.

Baca Juga  Low Profile, Ketika Seseorang Memilih Tak Jadi Pusat Perhatian

Pendidikan sebagai jalan perubahan umat juga berkaitan erat dengan pembentukan akhlak. Ilmu tanpa akhlak akan melahirkan kerusakan, sementara akhlak tanpa ilmu akan menyebabkan kebodohan.

Oleh karena itu, pendidikan dalam Islam harus mencakup keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan spiritual.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6: Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan dimulai dari keluarga.

Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anaknya agar memiliki keimanan yang kuat dan akhlak yang mulia. Keluarga merupakan madrasah pertama bagi setiap individu.

Dalam konteks masyarakat modern, tantangan pendidikan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial menuntut umat Islam untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Tanpa pendidikan yang memadai, umat akan tertinggal dan kehilangan peran dalam peradaban dunia.

Oleh karena itu, pendidikan harus diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berakhlak mulia. Umat Islam harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual dan moral.

Perubahan umat melalui pendidikan juga memerlukan peran semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, ulama, maupun masyarakat. Sinergi antara berbagai elemen ini sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Baca Juga  Menjaga Marwah Jurnalisme di Tengah Kepalsuan Bertopeng Profesi

Selain itu, pendidikan juga harus mampu membangun kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap sesama. Umat yang berpendidikan tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11:
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Ayat ini menjadi landasan utama bahwa perubahan umat harus dimulai dari perubahan individu. Pendidikan berperan sebagai sarana untuk mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku manusia menuju arah yang lebih baik.

Dengan pendidikan, umat Islam dapat bangkit dari keterbelakangan, mengatasi berbagai masalah sosial, serta membangun peradaban yang maju dan bermartabat. Pendidikan juga menjadi alat untuk memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman agama, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam perubahan umat. Dengan pendidikan yang berkualitas, umat Islam akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, menjaga nilai-nilai agama, serta berkontribusi dalam membangun peradaban dunia yang lebih baik.

Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki kesadaran untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dalam menuntut ilmu.

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa mencari ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini