Jakarta, Sinata.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, saat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Pemkab Aceh Singkil mengajukan pembangunan SPAM di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Suro hingga kawasan Kepulauan Banyak. Program tersebut dinilai penting untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurut Safriadi Oyon, akses terhadap air bersih masih menjadi kebutuhan utama masyarakat setelah bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025.
“Pembangunan SPAM sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan longsor,” ujar Safriadi usai pertemuan.
Selain membahas pembangunan SPAM, pertemuan tersebut juga menyoroti kebutuhan rehabilitasi sarana dasar masyarakat yang mengalami kerusakan akibat bencana, termasuk infrastruktur penunjang di sejumlah desa dan kecamatan terdampak.
Pemkab Aceh Singkil berharap usulan pembangunan tersebut dapat masuk dalam program penanganan dan pemulihan pascabencana yang dijalankan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih yang merupakan kebutuhan vital sehari-hari. (SN8)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini