Jakarta, Sinata.id – Di tengah budaya yang kian lekat dengan kebutuhan tampil dan diakui, istilah “low profile” tetap menjadi label yang sering disematkan pada individu yang memilih untuk tidak menonjolkan diri.
Sikap ini merujuk pada kecenderungan untuk tidak mencari perhatian publik, baik dalam interaksi sehari-hari maupun di ruang digital.
Mengacu pada definisi dari Cambridge Dictionary, low profile menggambarkan perilaku yang tidak menarik perhatian luas dari masyarakat atau media.
Dalam praktiknya, sikap ini sering terlihat pada individu yang menjalani kehidupan secara sederhana dan tidak menjadikan pengakuan sebagai tujuan utama.
Dalam kesekharian, karakter low profile tercermin melalui sejumlah pola perilaku. Individu dengan kecenderungan ini umumnya tidak menonjolkan pencapaian atau kelebihan yang dimiliki.
Mereka juga tidak bergantung pada validasi eksternal, melainkan merasa cukup dengan standar dan nilai yang diyakini secara pribadi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan teori penentuan nasib sendiri yang dikembangkan oleh Edward Deci dan Richard Ryan.
Teori ini menjelaskan bahwa sebagian orang digerakkan oleh motivasi intrinsik, yakni dorongan internal untuk melakukan sesuatu karena kepuasan pribadi, bukan karena pujian atau penghargaan dari orang lain.
Selain itu, sikap low profile juga tampak dalam gaya hidup yang sederhana, baik dalam berpenampilan maupun berdoa.
Individu dengan karakter ini cenderung menghargai orang lain tanpa memandang latar belakang, serta lebih menekan tindakan nyata dibandingkan pernyataan atau klaim.
Dari sudut pandang psikologi, kecenderungan tersebut berkaitan dengan cara seseorang memandang dirinya sendiri.
Penelitian yang dilakukan Jennifer Crocker dari University of Michigan menunjukkan bahwa sebagian individu memiliki rasa percaya diri yang tidak bergantung pada penilaian orang lain, atau dikenal sebagai harga diri yang bergantung pada diri sendiri.
Dengan kondisi tersebut, seseorang yang tampak tidak mencari perhatian bukan berarti kurang percaya diri. Sebaliknya, sikap-sikap tersebut dapat mencerminkan kepercayaan diri yang bersumber dari nilai-nilai internal, bukan dari pengakuan eksternal.
Dalam konteks sosial, perilaku low profile sering dikaitkan dengan kedewasaan emosional. Individu tetap dapat memiliki pencapaian atau kemampuan tinggi, menjadikannya sebagai sarana untuk menarik perhatian publik. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini