Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Ratusan Warga Pondok Saro Protes Tak Terima Bantuan Jaminan Kehidupan Pascabanjir

ratusan warga lingkungan i dan iv pondok saro, kelurahan sibuluan indah, kabupaten tapanuli tengah (tapteng) mengeluh, karena tidak menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari pemerintah pascabencana banjir pada 25 november 2025 lalu.
Warga Pondok Saro, Kelurahan Sibuluan Indah, minta perhatian Bupati Tapteng

Tapanuli Tengah, Sinata.id  – Ratusan warga Lingkungan I dan IV Pondok Saro, Kelurahan Sibuluan Indah, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengeluh, karena tidak menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari pemerintah pascabencana banjir pada 25 November 2025 lalu.

Pada peristiwa bencana yang lalu, rumah warga terendam banjir, sehingga menyebabkan kerusakan harta benda. Namun hingga kini, warga mengaku belum pernah menerima bantuan. Bahkan proses pendataan disebut belum dilakukan secara menyeluruh.

Advertisement

“Kepling hanya meminta kartu keluarga saja, bahkan sudah berulang kali datang ke rumah. Tapi hasilnya sama, nama kami tidak pernah terdata,” ujar Suharman Panjaitan, warga Lingkungan IV Pondok Saro, Senin (13/4/2026).

Kekecewaan warga semakin memuncak karena merasa diabaikan. Padahal mereka merupakan korban langsung dari bencana banjir yang lalu.

Baca Juga  Polres Dairi Serahkan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas di Parbuluan

Untuk itu, warga pun meminta perhatian pemerintah, Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, hingga Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, agar segera turun tangan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan haknya.

“Kami korban banjir bandang, air sampai setinggi dada orang dewasa di dalam rumah. Kenapa sampai sekarang kami belum menerima bantuan Jaminan Hidup? Tolong kami, Pak Bupati,” ungkap Rosmayanti Pasaribu.

Warga juga mengaku sempat mendatangi Kantor Dinas Sosial Tapanuli Tengah untuk menyampaikan keluhan. Namun, mereka menilai belum ada solusi yang diberikan oleh instansi terkait. (SN16)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini