Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Regional

Ratusan Warga Pondok Saro Protes Tak Terima Bantuan Jaminan Kehidupan Pascabanjir

ratusan warga lingkungan i dan iv pondok saro, kelurahan sibuluan indah, kabupaten tapanuli tengah (tapteng) mengeluh, karena tidak menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari pemerintah pascabencana banjir pada 25 november 2025 lalu.
Warga Pondok Saro, Kelurahan Sibuluan Indah, minta perhatian Bupati Tapteng

Tapanuli Tengah, Sinata.id  – Ratusan warga Lingkungan I dan IV Pondok Saro, Kelurahan Sibuluan Indah, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengeluh, karena tidak menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari pemerintah pascabencana banjir pada 25 November 2025 lalu.

Pada peristiwa bencana yang lalu, rumah warga terendam banjir, sehingga menyebabkan kerusakan harta benda. Namun hingga kini, warga mengaku belum pernah menerima bantuan. Bahkan proses pendataan disebut belum dilakukan secara menyeluruh.

Advertisement

“Kepling hanya meminta kartu keluarga saja, bahkan sudah berulang kali datang ke rumah. Tapi hasilnya sama, nama kami tidak pernah terdata,” ujar Suharman Panjaitan, warga Lingkungan IV Pondok Saro, Senin (13/4/2026).

Kekecewaan warga semakin memuncak karena merasa diabaikan. Padahal mereka merupakan korban langsung dari bencana banjir yang lalu.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Hadiri Rakernas XVII APKASI 2026, Bahas Arah Pembangunan Daerah

Untuk itu, warga pun meminta perhatian pemerintah, Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, hingga Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, agar segera turun tangan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan haknya.

“Kami korban banjir bandang, air sampai setinggi dada orang dewasa di dalam rumah. Kenapa sampai sekarang kami belum menerima bantuan Jaminan Hidup? Tolong kami, Pak Bupati,” ungkap Rosmayanti Pasaribu.

Warga juga mengaku sempat mendatangi Kantor Dinas Sosial Tapanuli Tengah untuk menyampaikan keluhan. Namun, mereka menilai belum ada solusi yang diberikan oleh instansi terkait. (SN16)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini