Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Diaspora di Jepang Butuh Penguatan Bahasa dan Agama

pertemuan di kbri tokyo
Pertemuan di KBRI Tokyo

Tokyo, Sinata.id – Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Amzul Rifin, menegaskan perlunya penyesuaian program pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi Indonesia yang menyasar diaspora di Jepang.

Menurutnya, program tersebut harus lebih fokus pada kebutuhan riil komunitas, khususnya dalam penguatan pendidikan agama dan Bahasa Indonesia.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan sejumlah akademisi dan pegiat sosial, termasuk Ketua Dompet Dhuafa Japan, dalam pertemuan di Tokyo awal Maret 2026.

Amzul menyoroti tantangan utama yang dihadapi diaspora, terutama generasi muda. Ia menyebut banyak anak Indonesia di Jepang yang mulai kehilangan kemampuan berbahasa ibu.

Dalam keseharian, mereka lebih dominan menggunakan bahasa Jepang, bahkan saat berinteraksi dengan sesama warga Indonesia.

Baca Juga  Bimas Katolik Kemenag Salurkan Rp20 Miliar untuk Ibadah dan Pendidikan

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengikis identitas kebangsaan jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Penguatan Bahasa Indonesia dan nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila perlu menjadi fokus utama,” ujarnya.

Selain bahasa, kebutuhan terhadap pendidikan agama juga dinilai mendesak. Dengan jumlah diaspora Indonesia yang mencapai ratusan ribu jiwa, mayoritas beragama Islam—akses terhadap pendidikan keislaman masih terbatas.

Amzul menekankan pentingnya program Pendidikan Islam Dasar, termasuk penguatan akidah dan akhlak bagi anak-anak diaspora.

Di sisi lain, pembelajaran tahsin Al-Qur’an juga menjadi kebutuhan yang banyak diminati oleh komunitas Muslim Indonesia di Jepang.

Ia menilai, program pengabdian masyarakat ke depan harus dirancang lebih terarah dan berkelanjutan, bukan sekadar formalitas kerja sama.

Baca Juga  Nokia 3210 FC Barcelona: Ketika Nostalgia, Klub Bola, dan DeepSeek AI Menyatu dalam Genggaman

KBRI Tokyo, lanjutnya, membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga sosial yang mampu menghadirkan program konkret.

Fokusnya mencakup penguatan Bahasa Indonesia, pendidikan Pancasila, serta pemahaman dasar keislaman.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga identitas generasi muda diaspora sekaligus membentuk karakter yang religius dan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan Indonesia. (A18)

Sumber: Situs Kemenag

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini