Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Menuju Blue Water Navy, Indonesia Tanpa Pangkalan Luar Negeri

menuju blue water navy, indonesia tanpa pangkalan luar negeri
Kapal TNI AL

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan Indonesia tidak akan membangun pangkalan militer di luar negeri, meski TNI Angkatan Laut mengarah pada konsep blue water navy.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyebut strategi yang dipilih lebih menekankan pada akses kerja sama, bukan pendirian pangkalan permanen di luar wilayah kedaulatan.

Advertisement

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

“Indonesia tidak perlu memiliki pangkalan militer permanen di luar negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep blue water navy tetap dapat dijalankan melalui penguatan jejaring internasional. Skema yang ditempuh meliputi kunjungan pelabuhan (port visit), dukungan logistik, perawatan kapal, hingga latihan bersama dengan negara mitra.

Baca Juga  Jaksa Agung Copot 31 Kajari, Termasuk Kajari Deli Serdang dan Padang Lawas

Selain itu, kerja sama juga dilakukan melalui pengaturan bantuan logistik dan pemeliharaan saat operasi jarak jauh.

Rico menambahkan, strategi tersebut dibangun melalui tiga jalur utama. Pertama, kerja sama bilateral dengan negara sahabat untuk akses pelabuhan dan dukungan teknis.

Kedua, jalur multilateral melalui forum maritim dan latihan gabungan. Ketiga, pendekatan diplomasi industri dan logistik yang mengaitkan kerja sama pertahanan dengan dukungan operasional.

Dengan pola ini, Indonesia tetap mampu menjaga daya jelajah armada tanpa harus mengikuti model pangkalan militer luar negeri.

Sebagai perbandingan, negara penganut blue water navy seperti Amerika Serikat diketahui memiliki ratusan pangkalan militer yang tersebar di berbagai negara.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AL, Muhammad Ali, menyatakan pembangunan kekuatan TNI AL saat ini masih difokuskan pada penguatan green water navy.

Baca Juga  Oknum Polisi Dijemput Propam Menangis Histeris di Ternate 

Konsep tersebut menitikberatkan pada kemampuan operasi di wilayah perairan nasional dan kawasan regional, termasuk patroli keamanan dan misi kemanusiaan.

Ke depan, penguatan ini menjadi fondasi sebelum Indonesia bertransformasi menuju blue water navy, yakni kekuatan laut yang mampu beroperasi lintas samudra secara global dengan dukungan sistem tempur dan logistik yang terintegrasi. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini