Info Market CPO
πŸ—“ Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Menuju Blue Water Navy, Indonesia Tanpa Pangkalan Luar Negeri

menuju blue water navy, indonesia tanpa pangkalan luar negeri
Kapal TNI AL

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan Indonesia tidak akan membangun pangkalan militer di luar negeri, meski TNI Angkatan Laut mengarah pada konsep blue water navy.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyebut strategi yang dipilih lebih menekankan pada akses kerja sama, bukan pendirian pangkalan permanen di luar wilayah kedaulatan.

Advertisement

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

β€œIndonesia tidak perlu memiliki pangkalan militer permanen di luar negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep blue water navy tetap dapat dijalankan melalui penguatan jejaring internasional. Skema yang ditempuh meliputi kunjungan pelabuhan (port visit), dukungan logistik, perawatan kapal, hingga latihan bersama dengan negara mitra.

Baca Juga  Kemenkes Kick Off Imunisasi Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

Selain itu, kerja sama juga dilakukan melalui pengaturan bantuan logistik dan pemeliharaan saat operasi jarak jauh.

Rico menambahkan, strategi tersebut dibangun melalui tiga jalur utama. Pertama, kerja sama bilateral dengan negara sahabat untuk akses pelabuhan dan dukungan teknis.

Kedua, jalur multilateral melalui forum maritim dan latihan gabungan. Ketiga, pendekatan diplomasi industri dan logistik yang mengaitkan kerja sama pertahanan dengan dukungan operasional.

Dengan pola ini, Indonesia tetap mampu menjaga daya jelajah armada tanpa harus mengikuti model pangkalan militer luar negeri.

Sebagai perbandingan, negara penganut blue water navy seperti Amerika Serikat diketahui memiliki ratusan pangkalan militer yang tersebar di berbagai negara.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AL, Muhammad Ali, menyatakan pembangunan kekuatan TNI AL saat ini masih difokuskan pada penguatan green water navy.

Baca Juga  Satgas Penanganan Pengeboran Minyak Ilegal Dibentuk, Penindakan Dimulai dari Sumatera

Konsep tersebut menitikberatkan pada kemampuan operasi di wilayah perairan nasional dan kawasan regional, termasuk patroli keamanan dan misi kemanusiaan.

Ke depan, penguatan ini menjadi fondasi sebelum Indonesia bertransformasi menuju blue water navy, yakni kekuatan laut yang mampu beroperasi lintas samudra secara global dengan dukungan sistem tempur dan logistik yang terintegrasi. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini