Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Kabar Baik Pemudik! BMKG Prediksi Cuaca Lebaran 2026 Kondusif hingga Akhir Maret

kabar baik pemudik! bmkg prediksi cuaca lebaran 2026 kondusif hingga akhir maret
Ilustrasi pemudik menggunakan sepeda motor. (antara)

Jakarta, Sinata.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).

Peninjauan difokuskan pada dua titik strategis, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini dilakukan untuk memastikan informasi cuaca tersampaikan secara akurat dan terintegrasi guna menjamin keselamatan pemudik.

Advertisement

Kegiatan diawali di Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta dengan mengecek kesiapan alat operasional utama (Aloptama) yang akan bekerja intensif selama periode angkutan Lebaran. Selanjutnya, Kepala BMKG meninjau Posko Angkutan Lebaran di Terminal 1 dan Terminal 3 untuk memantau situasi penerbangan serta kesiapan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Faisal didampingi oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, serta jajaran PT Angkasa Pura Indonesia.

Saat meninjau Terminal 3, Suntana menegaskan bahwa keberhasilan mudik Lebaran tahun ini sangat bergantung pada integrasi layanan yang responsif.

Baca Juga  Teungku Nyak Sandang Meninggal, Donatur Pesawat Pertama RI Wafat di Usia 100 Tahun

“Pelayanan publik, khususnya transportasi, harus berjalan dengan baik dan terintegrasi. Layanan juga harus mampu merespons dengan cepat dan tulus dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul,” ujarnya seperti dilansir Jumat (20/3/2026).

Ia berharap pusat informasi di bandara dapat menjadi solusi bagi masyarakat agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.

Terkait kondisi cuaca, Faisal menyampaikan bahwa secara umum cuaca di wilayah Bandara Soekarno-Hatta hingga akhir Maret diperkirakan cukup kondusif.

“Secara umum hingga tanggal 30, cuaca relatif baik, didominasi kondisi berawan dan hujan ringan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi gangguan cuaca di wilayah lain, seperti kemunculan Siklon Nuri di utara Papua dan bibit siklon di selatan Papua yang dapat memengaruhi pergerakan massa udara secara luas.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 10 April 2026, Hujan Lebat Meluas di Sejumlah Wilayah

Selain sektor penerbangan, rombongan juga meninjau kesiapan posko Lebaran di Pelabuhan Tanjung Priok. Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran pimpinan PT Pelayaran Nasional Indonesia dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pelayaran.

Dalam kesempatan tersebut, Purwadi Arianto mengapresiasi kinerja petugas di lapangan dan menekankan pentingnya pelayanan yang cepat dan terintegrasi.

“Respons cepat terhadap permasalahan di lapangan menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG juga terus memperkuat sistem pemantauan cuaca maritim secara berkelanjutan. Parameter yang dipantau meliputi tinggi gelombang, kecepatan arus, serta kecepatan angin yang berpotensi memengaruhi stabilitas kapal.

Untuk meningkatkan akurasi, BMKG telah memasang perangkat monitoring cuaca otomatis di sejumlah kapal. Data tersebut terintegrasi langsung dengan sistem informasi KSOP sebagai panduan operasional dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem.

Baca Juga  Gempa M4,8 Guncang Kuta Selatan Bali, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

“Kami terus bersiaga memantau kondisi maritim. Sejumlah kapal telah dilengkapi alat pemantau cuaca untuk memastikan keselamatan selama perjalanan,” tegas Faisal.

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi berupa peningkatan diskon tiket kapal dari 20 persen menjadi 30 persen guna mendukung kelancaran arus mudik.

Faisal menegaskan bahwa peran BMKG tidak hanya terbatas pada penyedia informasi cuaca, tetapi juga sebagai pendukung pembangunan nasional. Data BMKG menjadi fondasi strategis bagi keselamatan transportasi, penentuan musim tanam, hingga penguatan ketahanan air nasional.

Melalui penguatan sistem observasi dan integrasi data di jalur strategis seperti Soekarno-Hatta dan Tanjung Priok, BMKG berkomitmen mendukung arahan Presiden agar mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat. (bmkg/A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini