Jakarta, Sinata.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).
Peninjauan difokuskan pada dua titik strategis, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini dilakukan untuk memastikan informasi cuaca tersampaikan secara akurat dan terintegrasi guna menjamin keselamatan pemudik.
Kegiatan diawali di Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta dengan mengecek kesiapan alat operasional utama (Aloptama) yang akan bekerja intensif selama periode angkutan Lebaran. Selanjutnya, Kepala BMKG meninjau Posko Angkutan Lebaran di Terminal 1 dan Terminal 3 untuk memantau situasi penerbangan serta kesiapan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Faisal didampingi oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, serta jajaran PT Angkasa Pura Indonesia.
Saat meninjau Terminal 3, Suntana menegaskan bahwa keberhasilan mudik Lebaran tahun ini sangat bergantung pada integrasi layanan yang responsif.
“Pelayanan publik, khususnya transportasi, harus berjalan dengan baik dan terintegrasi. Layanan juga harus mampu merespons dengan cepat dan tulus dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul,” ujarnya seperti dilansir Jumat (20/3/2026).
Ia berharap pusat informasi di bandara dapat menjadi solusi bagi masyarakat agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
Terkait kondisi cuaca, Faisal menyampaikan bahwa secara umum cuaca di wilayah Bandara Soekarno-Hatta hingga akhir Maret diperkirakan cukup kondusif.
“Secara umum hingga tanggal 30, cuaca relatif baik, didominasi kondisi berawan dan hujan ringan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi gangguan cuaca di wilayah lain, seperti kemunculan Siklon Nuri di utara Papua dan bibit siklon di selatan Papua yang dapat memengaruhi pergerakan massa udara secara luas.
Selain sektor penerbangan, rombongan juga meninjau kesiapan posko Lebaran di Pelabuhan Tanjung Priok. Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran pimpinan PT Pelayaran Nasional Indonesia dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pelayaran.
Dalam kesempatan tersebut, Purwadi Arianto mengapresiasi kinerja petugas di lapangan dan menekankan pentingnya pelayanan yang cepat dan terintegrasi.
“Respons cepat terhadap permasalahan di lapangan menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Sementara itu, BMKG juga terus memperkuat sistem pemantauan cuaca maritim secara berkelanjutan. Parameter yang dipantau meliputi tinggi gelombang, kecepatan arus, serta kecepatan angin yang berpotensi memengaruhi stabilitas kapal.
Untuk meningkatkan akurasi, BMKG telah memasang perangkat monitoring cuaca otomatis di sejumlah kapal. Data tersebut terintegrasi langsung dengan sistem informasi KSOP sebagai panduan operasional dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem.
“Kami terus bersiaga memantau kondisi maritim. Sejumlah kapal telah dilengkapi alat pemantau cuaca untuk memastikan keselamatan selama perjalanan,” tegas Faisal.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi berupa peningkatan diskon tiket kapal dari 20 persen menjadi 30 persen guna mendukung kelancaran arus mudik.
Faisal menegaskan bahwa peran BMKG tidak hanya terbatas pada penyedia informasi cuaca, tetapi juga sebagai pendukung pembangunan nasional. Data BMKG menjadi fondasi strategis bagi keselamatan transportasi, penentuan musim tanam, hingga penguatan ketahanan air nasional.
Melalui penguatan sistem observasi dan integrasi data di jalur strategis seperti Soekarno-Hatta dan Tanjung Priok, BMKG berkomitmen mendukung arahan Presiden agar mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat. (bmkg/A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini