Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Pematangsiantar

Kios Darurat Pasar Horas Habiskan Rp3,7 Miliar, Pedagang Protes Kualitas Bangunan

kios darurat pasar horas habiskan rp3,7 miliar, pedagang protes kualitas bangunan
Kepala BPBD Pematangsiantar Dedi Harahap. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Polemik pembangunan kios darurat di kawasan Gedung IV Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, kembali menjadi perhatian publik.

Setelah sebelumnya diprotes pedagang karena kualitas bangunan dinilai kurang memadai, kini terungkap bahwa proyek tersebut menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah.

Advertisement

Berdasarkan penelusuran, pembangunan kios darurat tersebut menggunakan dana sekitar Rp3,7 miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Dedi Harahap, membenarkan besaran anggaran tersebut saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (9/3/2026).

Baca juga:Rocky Marbun Kritik Kios Darurat Pasar Horas, Dirut PD PHJ Diminta Dicopot

“Anggarannya sekitar Rp3,7 miliar dari pos belanja tidak terduga BPBD. Dana tersebut digunakan untuk penanganan keadaan darurat dan biasanya dilaksanakan melalui mekanisme penunjukan langsung,” ujar Dedi.

Baca Juga  Anggota KPU Siantar Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ketua Ikuti Konstitusi

BPBD Hanya Mendampingi Pekerjaan

Meski anggaran berasal dari pos BPBD, Dedi menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat secara penuh dalam pelaksanaan proyek pembangunan kios darurat tersebut. Menurutnya, BPBD hanya menurunkan tim ahli untuk mendampingi proses pekerjaan di lapangan.

“Dari BPBD hanya tim ahli yang mendampingi pekerjaan tersebut,” katanya.

Saat ditanya mengenai informasi bahwa proyek tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, Dedi mengaku belum mengetahui kabar tersebut.

“Saya belum mengetahui informasi itu,” ujarnya singkat.

Baca juga:Di Balik Proyek Kios Darurat Pasar Horas, Pejabat BPBD Disebut Diganti hingga Sekda Turun Jadi PPK

Sekda Pematangsiantar Jadi PPK

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menjelaskan alasan dirinya tidak bersedia menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek pembangunan kios darurat tersebut.

Baca Juga  Pasar Murah Pematangsiantar Digelar Jelang Ramadhan 2026, Catat Tanggalnya!

Ia menyebutkan tidak mengikuti proses proyek sejak awal sehingga memilih tidak mengambil tanggung jawab sebagai PPK.

“Saya tidak mengikuti prosesnya sejak awal karena sebelumnya bukan saya yang menjabat di sini,” jelasnya.

Dedi menambahkan bahwa posisi PPK dalam proyek pembangunan kios darurat Pasar Horas tersebut dipegang oleh Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Sitanggang.

Pedagang Keluhkan Kondisi Kios

Terungkapnya nilai anggaran Rp3,7 miliar tersebut semakin menambah sorotan publik terhadap pembangunan kios darurat Pasar Horas.

Baca juga:Kualitas Kios Darurat Pasar Horas Disorot, Dirut PD PHJ Mengaku Tak Tahu Anggarannya

Sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi bangunan yang dinilai belum layak. Beberapa di antaranya menyebutkan atap kios bocor saat hujan serta sistem drainase yang kurang baik sehingga menimbulkan genangan air di sekitar kios.

Baca Juga  Rembuk Stunting 2025, Pemko Pematangsiantar Gandeng Semua Sektor

Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai penggunaan anggaran tersebut serta kualitas pembangunan kios darurat yang telah ditempati para pedagang. (SN10)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini