Teheran, Sinata.id — Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru. Komando militer Iran menegaskan bahwa negara itu siap menghadapi konflik berkepanjangan melawan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan keras itu datang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menegaskan kemampuan militernya cukup untuk bertempur dalam waktu lama.
Seorang pejabat senior IRGC menyatakan Iran tidak gentar menghadapi kemungkinan perang skala besar.
Baca Juga: Tiket Pesawat Mudik Meledak, 1,7 Juta Kursi Ludes, Tiga Jalur Udara Ini Jadi Favorit Pemudik
“Kami siap untuk perang yang keras dan berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis selama berbulan-bulan,” kata pejabat tersebut, dikutip Minggu (8/3/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kini melibatkan Iran, Israel, dan dukungan militer dari Amerika Serikat.
Situasi kawasan memanas setelah serangkaian serangan dan balasan militer terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Serangan udara, peluncuran rudal, hingga operasi militer lintas negara semakin sering terjadi.
Israel dilaporkan terus menargetkan fasilitas dan jaringan militer Iran di berbagai wilayah, termasuk yang berkaitan dengan IRGC.
Dalam beberapa serangan terbaru, militer Israel juga menargetkan fasilitas strategis yang diklaim terkait operasi militer Iran serta posisi jaringan sekutu Teheran di kawasan.
Eskalasi tersebut membuat konflik yang sebelumnya berlangsung lewat “perang bayangan” kini berubah menjadi konfrontasi yang lebih terbuka.
Ketegangan Iran dan Israel sebenarnya telah berlangsung puluhan tahun. Namun dinamika konflik berubah drastis sejak serangkaian serangan langsung terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Pada April 2024 misalnya, Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal ke Israel sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas diplomatiknya di Damaskus. Operasi itu menjadi salah satu serangan langsung terbesar Iran terhadap Israel.
Serangan tersebut menandai pergeseran besar dari konflik proksi menuju konfrontasi militer yang lebih terbuka antara kedua negara. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini