Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Dunia

Perang Iran vs AS–Israel Picu Krisis Pupuk Global, Petani Dunia Berebut Stok

konflik iran dengan as dan israel memicu gangguan pasokan pupuk global, membuat petani di berbagai negara berlomba mengamankan stok di tengah lonjakan harga.
Konflik Iran dengan AS dan Israel memicu gangguan pasokan pupuk global, membuat petani di berbagai negara berlomba mengamankan stok di tengah lonjakan harga. (Ilustrasi)

Jakarta, Sinata.id — Ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini merembet jauh melampaui medan tempur. Dampaknya mulai terasa di sektor pertanian global.

Gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah membuat pasokan pupuk dunia terguncang, memicu lonjakan harga dan memaksa petani di berbagai negara berlomba mengamankan nutrisi penting bagi tanaman mereka.

Advertisement

Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah petani bahkan mengaku harus membeli pupuk dengan harga jauh lebih mahal dibanding biasanya demi memastikan musim tanam tetap berjalan.

“Kami mengambil apa yang kami butuhkan, ini harga tertinggi yang pernah saya bayar,” ujar seorang petani, Edinger, dikutip Jumat (6/3/2026).

Baca Juga: AS Longgarkan Aturan, Puluhan Tanker Minyak Rusia Kini Dekati India

Pasokan Pupuk Global Terganggu

Konflik di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran serius karena wilayah tersebut merupakan salah satu pusat produksi dan jalur distribusi penting bagi bahan baku pupuk dunia.

Baca Juga  AS Tekan Korea Selatan Turun Tangan di Hormuz, Demi Selamatkan Jalur Minyak Dunia

Gangguan terhadap aktivitas industri, jalur perdagangan, maupun energi di kawasan itu berpotensi menghentikan produksi pupuk berbasis nitrogen dan amonia—komponen vital bagi pertanian modern.

Para analis memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan bisa mengguncang pasar pupuk global. Sebab, industri ini tidak memiliki cadangan strategis seperti minyak. Sebagian besar perdagangan pupuk berjalan dengan sistem pasokan tepat waktu (just-in-time) yang sangat sensitif terhadap gangguan geopolitik.

Selat Hormuz Jadi Titik Rawan

Kekhawatiran semakin besar karena jalur pelayaran penting di kawasan itu ikut terancam. Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global, menjadi salah satu titik kritis perdagangan komoditas energi dan pupuk.

Para ahli memperkirakan sekitar seperempat perdagangan pupuk dunia melewati jalur tersebut, sehingga setiap gangguan di wilayah itu bisa langsung memicu lonjakan harga di pasar internasional.

Baca Juga  Sekelompok Wisatawan Mabuk di Pesawat, Penerbangan easyJet Ricuh, Penumpang Panik

Jika jalur ini terganggu, distribusi pupuk ke berbagai negara pengimpor—mulai dari Asia hingga Amerika—berpotensi tersendat.

Harga Melonjak, Petani Tertekan

Kenaikan harga pupuk langsung berdampak pada biaya produksi pertanian. Dalam beberapa hari terakhir saja, harga pupuk nitrogen di beberapa pelabuhan utama dunia dilaporkan naik signifikan dibanding pekan sebelumnya.

Lonjakan ini membuat banyak petani berada dalam dilema: tetap membeli pupuk mahal agar produksi tidak turun, atau mengurangi pemakaian pupuk dengan risiko panen lebih rendah.

Situasi ini mengingatkan pada krisis yang terjadi setelah perang Rusia–Ukraina, ketika lonjakan harga energi dan pupuk memicu tekanan besar pada sektor pangan global.

Ancaman Krisis Pangan

Para pengamat memperingatkan bahwa dampak perang tidak berhenti pada sektor energi. Jika konflik berkepanjangan, efek domino bisa menjalar hingga ke rantai pasokan makanan dunia.

Baca Juga  Israel Ubah Aturan Main di Tepi Barat, Dunia Soroti Arah Aneksasi De Facto

Pupuk merupakan salah satu input paling penting dalam produksi pangan. Bahkan, sejumlah studi menunjukkan bahwa sekitar setengah produksi makanan global bergantung pada penggunaan pupuk sintetis.

Artinya, gangguan besar pada pasokan pupuk dapat menekan hasil panen di berbagai negara, mempersempit pasokan pangan, dan pada akhirnya mendorong harga makanan naik di pasar internasional.

Dengan konflik Timur Tengah yang masih memanas, pasar pertanian dunia kini berada dalam posisi waspada.

Bagi para petani di berbagai belahan dunia, perang yang terjadi ribuan kilometer jauhnya itu kini bukan sekadar berita geopolitik—melainkan ancaman nyata bagi musim tanam dan ketahanan pangan global. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini