Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Qatar Kecam Keras Serangan Iran ke Pelabuhan dan Kapal Tanker Minyak

perang menginjak hari ke‑8: serangan gabungan as‑israel hantam iran, korban tewas capai ribuan jiwa
Ilustrasi. (Ist)

Doha, Sinata.id — Pemerintah Qatar menyampaikan kecaman keras terhadap serangan militer yang dilancarkan oleh Iran yang menargetkan Pelabuhan Duqm di Oman serta sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Oman, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk eskalasi yang tidak bisa diterima dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara sahabat. Sikap tegas Doha ini dilontarkan di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk Persia yang kini menjadi sorotan dunia.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Qatar pada Ahad (1 Maret 2026), negara tersebut menyatakan bahwa serangan Iran merupakan “pelanggaran kedaulatan Sultanate of Oman”, serta tindakan yang mengguncang upaya diplomasi regional yang selama ini dijalankan untuk meredakan konflik yang terjadi antara Teheran dan komunitas internasional.

Advertisement

Baca Juga: Viral Oknum Diduga Dishub Medan Terekam Minta Rp500 Ribu ke Sopir Pikap

Baca Juga  China dan Rusia Kecam Serangan ke Iran, Tapi Mengapa Tak Turun Tangan?

“Qatar mengutuk dengan tegas serangan yang menargetkan pelabuhan komersial Duqm dan sebuah kapal tanker milik sipil sebagai sebuah eskalasi yang tidak dapat dibenarkan dan sebuah tindakan pengecut terhadap negara yang selama ini berperan aktif memediasi ketegangan,” bunyi pernyataan itu, yang menegaskan solidaritas penuh Doha kepada Oman, dikutip Minggu (1/3/2026).

Kritik Terhadap Aksi Militer Iran

Pernyataan tersebut juga menunjukkan kekecewaan Qatar terhadap langkah militer Iran yang dinilai telah melampaui batas dan berpotensi memperluas konflik di wilayah Teluk yang sudah rapuh. Pemerintah Qatar menilai tindakan ini secara langsung mengancam keamanan maritim, stabilitas ekonomi kawasan, serta upaya perdamaian yang tengah diperjuangkan sejumlah negara.

Baca Juga  Iran dan AS Gencatan Senjata 2 Pekan, Khamenei: Ini Bukan Akhir Perang

Pihak Doha menilai Oman memiliki peran penting sebagai penghubung diplomatik antara Iran dan dunia internasional, termasuk dalam dialog tidak langsung untuk meredakan perbedaan, sehingga serangan ini menjadi pukulan tidak hanya bagi Oman, tetapi juga bagi jalur diplomasi yang tengah berjalan.

Solidaritas Regional Meningkat

Selain menyatakan kecaman, Qatar juga menegaskan dukungan penuh kepada Oman dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan nasional, dan stabilitas regional. Doha menyerukan agar kondisi ini tidak menjadi pemicu terjadinya konflik yang lebih luas, dan menekankan pentingnya solusi melalui jalur diplomatik serta dialog.

Reaksi keras Qatar turut sejalan dengan kecaman serupa dari negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang menyebut serangan tersebut sebagai “agresi yang brutal” dan pelanggaran norma internasional, menggarisbawahi meningkatnya kecemasan kawasan terhadap kemungkinan eskalasi konflik lebih besar.

Baca Juga  ​Kutuk Serangan AS-Israel, PKB Desak PBB Usut Kematian Khamenei

Krisis baru ini muncul di tengah gelombang serangan balasan Iran terhadap target militer dan sipil di sejumlah negara setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap beberapa wilayah di Teheran, termasuk yang menewaskan Pimpinan Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini