Medan, Sinata.id — Sebuah video yang beredar luas di media sosial memantik kemarahan warga setelah memperlihatkan dugaan tindakan pemerasan yang melibatkan oknum petugas yang disebut-sebut berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam video itu, seorang sopir pikap dipaksa memberikan uang Rp500 ribu oleh oknum yang mengaku sebagai aparat, memicu kecaman dan sorotan tajam dari publik.
Kejadian tersebut terekam dalam unggahan akun Instagram @medankinian pada Minggu (1 Maret 2026), dan cepat menjadi viral. Dalam rekaman itu, oknum petugas tampak mendekati seorang sopir mobil pick up jenis L300, kemudian diduga meminta sejumlah uang yang bukan merupakan ketentuan resmi.
Baca Juga: Viral Klaim Semua Penerbangan Tertunda Usai Perang Israel-Iran
“Ada apa ini? Ada giat apa ini?” teriak perekam video yang menunjukkan adegan itu, sambil menyoroti tindakan petugas tersebut. “Nangkap-nangkap minta apa-apa aja kerja kalian,” ujar perekam dalam unggahan itu, dikutip Minggu (1/3/2026.
Keterangan Sopir dan Dokumen yang Dipertanyakan
Sopir pikap yang jadi korban dalam video itu lantas mengeluhkan perlakuan oknum petugas. Menurutnya, sebelum dimintai uang, ia telah menunjukkan semua surat kendaraan lengkap, termasuk STNK dan bukti uji KIR kendaraan yang diklaim masih berlaku.
“Saya sudah tunjukkan KIR yang masih hidup, tapi tadi diminta uang Rp500 ribu,” kata sopir dalam cuplikan percakapan yang terdengar dalam video. Ia juga menyebut sempat diancam akan dibawa ke pengadilan jika tidak memenuhi permintaan tersebut.
Video yang cepat menyebar itu kemudian memperlihatkan oknum petugas langsung meninggalkan lokasi setelah aksinya terrekam warga. Dokumen kendaraan yang sempat dipegang sempat dikembalikan sebelum petugas pergi.
Respons Publik dan Isu Integritas Aparat
Unggahan itu memicu kritik tajam dari netizen dan masyarakat Medan yang menilai aksi tersebut sebagai praktek pungutan liar (pungli) yang merugikan warga. Banyak yang mempertanyakan integritas petugas yang semestinya bertugas menjamin tertib berlalu lintas dan keselamatan, bukan meresahkan pengendara.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Medan atau aparat penegak hukum setempat mengenai status identitas petugas yang terlihat dalam video maupun langkah penanganan kasus ini. Pihak berwenang biasanya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan fakta di balik video viral tersebut serta menentukan apakah tindakan itu merupakan pelanggaran pelayanan publik atau bukan. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini