Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Tak Hanya Israel, Iran Bidik Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah

tak hanya israel, iran bidik pangkalan militer amerika di timur tengah
Eskalasi konflik meningkat setelah Iran menarget pangkalan AS di Bahrain dan Qatar. Pejabat Iran menyebut respons tanpa batas waktu dan tanpa garis merah. (Ist)

Teheran, Sinata.id – Ketegangan di Timur Tengah kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya sorotan dunia tertuju pada serangan Iran ke Israel, kini eskalasi meluas. Rudal-rudal Teheran tak lagi hanya mengarah ke wilayah Israel, tetapi juga menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Dalam perkembangan terbaru, otoritas pertahanan di Qatar mengonfirmasi adanya rudal Iran yang mengarah ke fasilitas militer AS di negara tersebut. Sistem pertahanan udara Patriot disebut berhasil mencegat proyektil itu sebelum mencapai target.

Advertisement

“Kami telah mencegat dua rudal di atas wilayah Qatar,” ujar seorang pejabat setempat, menegaskan bahwa situasi berhasil dikendalikan tanpa laporan kerusakan besar, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga: Iran Balas Serangan AS-Israel, Rudal Hujani Tel Aviv dan Israel Utara

Baca Juga  Trump Tiga Kali Jadi Target Serangan Sejak 2024, Insiden Terbaru Terjadi di Washington Hilton

Tak lama berselang, laporan lain datang dari Bahrain. Media regional melaporkan suara ledakan keras terdengar di sejumlah titik. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menyebut serangan diarahkan ke fasilitas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Manama.

“Pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain telah menjadi sasaran serangan rudal,” demikian laporan yang dikutip dari otoritas setempat.

Bahrain sendiri dikenal sebagai sekutu utama Washington di Teluk Persia dan menjadi markas permanen Armada Kelima AS, kekuatan laut yang berperan strategis dalam pengamanan jalur energi dan stabilitas kawasan.

Pernyataan keras juga datang dari pejabat senior Iran dalam wawancara dengan Al Jazeera. Ia menyebut bahwa Israel telah diperingatkan untuk “bersiap menghadapi apa yang akan datang.”

Baca Juga  Israel Kembali Gempur Gaza, Bantuan Kemanusiaan Dihentikan Usai Dua Tentara Tewas Disergap

“Tanggapan kami akan diumumkan secara terbuka, dan tidak ada garis merah,” ujarnya.

Lebih jauh, pejabat tersebut menegaskan bahwa seluruh aset dan kepentingan Amerika Serikat maupun Israel di Timur Tengah kini dianggap sebagai target yang sah.

“Tidak ada batasan setelah agresi ini. Semua kemungkinan terbuka, termasuk skenario yang sebelumnya tidak diperhitungkan,” katanya.

Ia juga menuduh Washington dan Tel Aviv sebagai pihak yang memulai agresi. “Amerika Serikat dan Israel telah memulai perang yang dampaknya akan luas dan jangka panjang. Kami tidak terkejut dengan operasi gabungan mereka. Respons kami akan kompleks dan tidak dibatasi waktu,” tegasnya.

Seruan agar Iran menahan diri, menurutnya, “tidak dapat diterima dan hanya angan-angan.”

Baca Juga  Email Epstein Kembali Seret Woody Allen, Dugaan Bantuan Pendidikan Anak

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah mengumumkan dimulainya gelombang serangan balasan ke Israel. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut “agresi musuh yang kriminal terhadap Republik Islam Iran.”

“Gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Eskalasi ini menandai pergeseran signifikan. Konflik yang semula berfokus pada konfrontasi langsung Iran–Israel kini berpotensi menyeret lebih dalam kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan. Dengan pangkalan strategis di Qatar dan Bahrain menjadi sasaran, risiko konflik regional yang lebih luas semakin nyata. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini