Dairi, Sinata.id – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi dirilis. Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumatera Utara mengonfirmasi adanya kontaminasi berbagai jenis bakteri berbahaya pada menu yang dikonsumsi ratusan siswa SMK HKBP dan SMK Arina Sidikalang.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Dairi, Vickner Sinaga, pada Senin (23/2), terungkap bahwa bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, hingga Total Coliform ditemukan pada sampel nasi, gulai ayam, dan sayuran. Kontaminasi ini diduga kuat menjadi pemicu keracunan massal yang menimpa 280 siswa di dua sekolah tersebut beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr. Henry Manik, memaparkan rincian hasil uji mikrobiologi yang dilakukan sejak 13 hingga 18 Februari. Pada sampel makanan dari SMK HKBP, petugas menemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus di nasi putih, serta Kapang Kamir pada gulai ayam.
Sementara itu, pada sampel dari SMK Arina, ditemukan Kapang Kamir di nasi putih, serta bakteri Total Coliform pada tumis tauge dan tempe goreng tepung.
“Gejala mual, muntah, dan diare yang dialami siswa konsisten dengan dampak kontaminasi bakteri tersebut. Kami menduga ada jeda waktu yang terlalu lama antara proses pengolahan dengan waktu konsumsi, ditambah suhu penyimpanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan,” jelas dr Henry.
Baca juga: Polres Dairi Catat Kenaikan Angka Kriminalitas Sepanjang 2025
Sanksi dan Evaluasi Total
Merespons temuan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Sidikalang III. Penghentian ini berlaku sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan guna keperluan audit menyeluruh.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menegaskan tidak akan menoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional ini. Ia menginstruksikan evaluasi total terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi.
“Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Saya meminta pengawasan ketat terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan kepatuhan terhadap SOP keamanan pangan nasional,” tegas Vickner.
Pemerintah memastikan 280 siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang, RS Serenapita, serta sejumlah puskesmas dan klinik. Saat ini, seluruh siswa dilaporkan dalam kondisi stabil dan telah kembali beraktivitas di sekolah.
Korwil BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution, menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan para siswa sepenuhnya ditanggung oleh DIPA Badan Gizi Nasional. (a58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini