Surabaya, Sinata.id – Menapaki lorong-lorong sekolah di berbagai kota, terlihat jelas tantangan yang masih membayangi dunia pendidikan Indonesia. Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widiyantoro mengatakan, kualitas guru menjadi fondasi utama untuk mewujudkan peradaban yang maju dan sejahtera.
“Reses ini memberi kami kesempatan melihat langsung kondisi pendidikan di lapangan. Nyatanya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan jika ingin mencetak generasi unggul,” ungkap Agung di Surabaya, Senin (23/02/2026).
Politisi Fraksi Partai Golkar ini menyoroti bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak cukup hanya dari sisi kebijakan. Dukungan anggaran, kesejahteraan guru, dan tersedianya sarana-prasarana yang memadai merupakan faktor krusial.
“Pendidikan harus menjadi prioritas dari sisi politik anggaran. Guru sejahtera, fasilitas lengkap, itu semua menjadi syarat agar pendidikan kita benar-benar bisa berkualitas,” jelasnya.
Selain itu, Agung menekankan pentingnya kurikulum berbasis kompetensi, sehingga lulusan mampu bersaing baik secara nasional maupun internasional. “Kurikulum harus menghasilkan output yang bisa dibandingkan secara luas. Anak-anak kita harus memiliki kemampuan yang tak kalah dari daerah lain atau bahkan luar negeri,” tambahnya.
Tak kalah penting, ia menyoroti pola penetapan kebutuhan guru yang masih top down. Indonesia, menurutnya, belum memiliki standar yang jelas mengenai jumlah ideal guru untuk menghasilkan mutu pendidikan optimal.
“Selama ini kebutuhan guru ditentukan dari atas. Kita belum punya norma dan standar yang jelas. Kalau hal ini terpenuhi, kualitas guru akan lebih terjamin,” tegasnya.
Agung menegaskan, kualitas guru adalah kunci. “Kalau gurunya berkualitas, saya yakin output pendidikan juga akan berkualitas. Pada akhirnya, kita akan memiliki generasi yang pintar, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (A18)
Sumber: Parlementaria









Jadilah yang pertama berkomentar di sini