Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
News

Mengenal Program Desa Asuh, Langkah Komisi V Dorong Hilirisasi Ekonomi

mengenal program desa asuh, langkah komisi v dorong hilirisasi ekonomi
ilustrasi Program Desa Asuh

Surabaya, Sinata.id – Komisi V DPR RI menyoroti Desa Gondang, Mojokerto, sebagai percontohan nasional untuk program Desa Asuh, inisiatif pemberdayaan ekonomi perdesaan yang fokus pada peningkatan nilai tambah produk lokal.

Katanya, program tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi desa agar tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah. Melainkan, mampu mengembangkan proses hilirisasi secara mandiri.

Advertisement

β€œDesa harus mulai mengolah produknya sendiri. Dana desa seharusnya tidak habis hanya untuk pembangunan fisik, tapi diarahkan juga untuk pemberdayaan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujar Ridwan Bae di Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/02/2026).

Program Desa Asuh mengadopsi pendekatan Octahelix, yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, masyarakat, hingga perbankan dalam satu ekosistem. Tujuannya menciptakan agrowisata terpadu yang mandiri, sekaligus meningkatkan nilai jual produk pertanian desa.

Baca Juga  RS Mayapada Miliki Fasilitas Mewah, Namun Tetap Ramah Terhadap Kelas Bawah

Dengan pendekatan ini, lembaga keuangan diharapkan menyediakan fasilitas kredit usaha agrowisata, sementara sektor swasta mendukung pemasaran digital dan proses hilirisasi produk unggulan.

Ridwan menekankan, bahwa dana desa harus berputar di tingkat lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan hilirisasi, desa bisa memiliki industri pengolahan sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasar luar untuk menjual produk mentah mereka.

Dengan total alokasi Dana Desa 2026 yang mencapai Rp34,57 triliun, Komisi V berharap model Desa Asuh di Gondang bisa direplikasi di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian ekonomi perdesaan sekaligus menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini