Palembang, Sinata.id – Kenaikan harga cabai kembali menjadi sorotan Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet. Legislator ini mengatakan, lonjakan harga bahan pokok hampir selalu terjadi setiap tahun. Terutama saat menjelang hari besar. Lalu, belum pula ada ditemukan solusi yang menyentuh akar masalah.
“Masalah ini terus berulang. Artinya, langkah pemerintah belum menyentuh inti persoalannya. Setiap menjelang Lebaran, harga selalu melonjak,” ujar Slamet usai meninjau Gudang Bulog Sukamaju di Palembang, Selasa (24/2/2026).
Menurut Slamet, persoalan utama terletak pada pengendalian stok di pasar. Pemerintah dinilai belum memiliki posisi dominan dalam penguasaan stok, sehingga harga cabai sulit dikontrol.
“Kalau pemerintah memiliki pangsa stok yang besar di pasar, harga bisa dikendalikan. Sekarang, karena dominasi stok tidak ada, hukum pasar berlaku. Pemilik barang yang menentukan harga,” tegasnya.
Slamet juga menilai operasi pasar yang selama ini dilakukan hanya bersifat jangka pendek. Ia mencontohkan, upaya tersebut seperti mengatasi sakit kepala dengan obat pereda—hanya meredakan gejala sementara tanpa menyelesaikan masalah utama.
Untuk itu, legislator asal Sumatera Selatan ini mendorong penguatan regulasi melalui revisi dan pembahasan Undang-Undang Pangan. Tujuannya agar pemerintah memiliki kewenangan lebih besar dalam menguasai dan mengendalikan stok bahan pangan strategis.
“Kita akan dorong agar pemerintah bisa menguasai stok di pasar sehingga mampu menstabilkan harga. Perdagangan tetap berjalan, swasta tetap berperan, tapi pemerintah punya kendali,” jelas Slamet.
Komisi IV menegaskan, pengendalian stok pangan akan menjadi perhatian utama untuk mencegah lonjakan harga yang rutin terjadi setiap momentum hari besar keagamaan. (A18)
Sumber: Parlementaria









Jadilah yang pertama berkomentar di sini