Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Harga Cabai Meroket Jadi Sorotan DPR RI, Pemerintah Diminta Kuasai Stok

harga cabai meroket jadi sorotan dpr ri, pemerintah diminta kuasai stok
Harga cabai meroket

Palembang, Sinata.id – Kenaikan harga cabai kembali menjadi sorotan Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet. Legislator ini mengatakan, lonjakan harga bahan pokok hampir selalu terjadi setiap tahun. Terutama saat menjelang hari besar. Lalu, belum pula ada ditemukan solusi yang menyentuh akar masalah.

“Masalah ini terus berulang. Artinya, langkah pemerintah belum menyentuh inti persoalannya. Setiap menjelang Lebaran, harga selalu melonjak,” ujar Slamet usai meninjau Gudang Bulog Sukamaju di Palembang, Selasa (24/2/2026).

Advertisement

Menurut Slamet, persoalan utama terletak pada pengendalian stok di pasar. Pemerintah dinilai belum memiliki posisi dominan dalam penguasaan stok, sehingga harga cabai sulit dikontrol.

“Kalau pemerintah memiliki pangsa stok yang besar di pasar, harga bisa dikendalikan. Sekarang, karena dominasi stok tidak ada, hukum pasar berlaku. Pemilik barang yang menentukan harga,” tegasnya.

Baca Juga  Warga Medan Tewas Ditikam Pakai Pecahan Lampu Neon, Pelaku Diringkus Polsek Medan Timur

Slamet juga menilai operasi pasar yang selama ini dilakukan hanya bersifat jangka pendek. Ia mencontohkan, upaya tersebut seperti mengatasi sakit kepala dengan obat pereda—hanya meredakan gejala sementara tanpa menyelesaikan masalah utama.

Untuk itu, legislator asal Sumatera Selatan ini mendorong penguatan regulasi melalui revisi dan pembahasan Undang-Undang Pangan. Tujuannya agar pemerintah memiliki kewenangan lebih besar dalam menguasai dan mengendalikan stok bahan pangan strategis.

“Kita akan dorong agar pemerintah bisa menguasai stok di pasar sehingga mampu menstabilkan harga. Perdagangan tetap berjalan, swasta tetap berperan, tapi pemerintah punya kendali,” jelas Slamet.

Komisi IV menegaskan, pengendalian stok pangan akan menjadi perhatian utama untuk mencegah lonjakan harga yang rutin terjadi setiap momentum hari besar keagamaan. (A18)

Baca Juga  Isu Anggota TNI Jadi Korban Longsor Cisarua, Kodam Siliwangi Lakukan Penelusuran

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini