Taput, Sinata.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan pendataan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Politeknik Statistika STIS.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Taput, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, saat menerima 30 mahasiswa Politeknik Statistika STIS dalam kegiatan makan malam bersama di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Tarutung, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tapanuli Utara Anggiat Tulus Sibagariang.
Dalam arahannya, Bupati Jonius menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa STIS, dosen pembimbing, dan jajaran BPS yang telah berkontribusi dalam pendataan R3P di wilayah Taput. Ia menekankan pentingnya data yang jujur, valid, dan akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah, khususnya dalam penanganan pascabencana.
Baca juga:Pendataan Kerusakan Rumah Bencana Hidrometeorologi 2025 di Taput Final
“Data yang tepat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ujarn.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Taput Anggiat Tulus Sibagariang menjelaskan bahwa pendataan R3P dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Tahap pertama pendataan dilakukan di delapan desa di Kecamatan Adian Koting pada 16–28 Januari 2026. Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan di empat desa di Kecamatan Tarutung pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026.
Sebanyak 30 mahasiswa semester V Politeknik Statistika STIS yang tergabung dalam enam tim diterjunkan sebagai Petugas Pencacah Lapangan (PCL). Kegiatan tersebut didampingi oleh satu dosen pembimbing serta dua pegawai BPS Taput.
Pendataan R3P dilakukan secara menyeluruh menyerupai sensus dengan menggunakan basis Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN). Data yang terkumpul selanjutnya dikirim ke Politeknik Statistika STIS di Jakarta untuk diolah.
Baca juga:Enam Desa di Taput Masih Padam Pascabanjir
Hasil pengolahan data tersebut akan diserahkan kepada Pemkab Taput sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. (ramses)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini