Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Rupiah Melemah Berpotensi Hambat Industri Nasional

rupiah melemah berpotensi hambat industri nasional
Novita Hardini

Lampung, Sinata.id – Komisi VII DPR RI menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan industri nasional dengan melakukan pengawasan terhadap penerapan transformasi industri hijau di PT Japfa Comfeed Indonesia.

Langkah ini dinilai krusial di tengah tekanan ekonomi global yang memicu kenaikan harga energi dan menurunkan kinerja industri.

Advertisement

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah disertai mahalnya biaya energi memberikan dampak luas, mulai dari sektor rumah tangga hingga dunia usaha.

Tanpa strategi transformasi yang berkelanjutan, katanya, kondisi itu dikhawatirkan dapat menghambat laju perkembangan industri nasional.

Menurut Novita, tekanan ekonomi saat ini semakin terasa dan berpotensi menggerus produktivitas industri.

Baca Juga  Sejarah Hardiknas 2 Mei dan Pesan Mendikdasmen soal Kunci Mutu Pendidikan

Kenaikan harga energi, kata dia, bukan hanya menjadi beban biaya, tetapi juga ancaman bagi daya saing industri ke depan.

Hal itu disampaikan Novita pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di PT Japfa Comfeed Indonesia, Kabupaten Lampung, Jumat (30/01/2026).

Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan Komisi VII bertujuan memastikan industri nasional mulai beralih ke konsep green industry, sejalan dengan pembahasan kebijakan serta regulasi kawasan industri.

Peran pemerintah pun dinilai sangat penting, terutama dalam hal subsidi energi dan fungsi pembinaan industri oleh Kementerian Perindustrian.

Novita menilai PT Japfa Comfeed Indonesia telah mengambil langkah awal dengan memanfaatkan energi surya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa transformasi industri hijau tidak berhenti pada penggunaan energi terbarukan semata, melainkan juga mencakup pengelolaan limbah serta pengendalian dampak lingkungan lainnya.

Baca Juga  DPR RI Dorong Pengakuan Guru sebagai Profesi pada RUU Sisdiknas

Ia berharap PT Japfa dapat menjadi percontohan atau pilot project penerapan industri hijau, khususnya di sektor pangan. Selain aspek lingkungan, Komisi VII DPR RI juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi melalui kemitraan usaha.

Novita menegaskan agar ekosistem kemitraan PT Japfa dari hulu hingga hilir tidak hanya dikuasai oleh industri besar, tetapi turut melibatkan UMKM, terutama usaha mikro.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan Asta Cita Presiden dalam mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini