Jakarta, Sinata.id – Peta kekuatan maritim dunia terancam berubah total. Pentagon baru saja merilis laporan mengejutkan yang mengungkap ambisi besar Beijing: membangun enam kapal induk baru dalam satu dekade ke depan.
Jika rencana ini berjalan mulus, China diprediksi bakal mengoperasikan total sembilan kapal induk pada tahun 2035.
Laporan tahunan Pentagon kepada Kongres AS edisi Desember 2025 ini menunjukkan lompatan besar dibandingkan estimasi tahun lalu.
Beijing tampaknya sedang “tancap gas” untuk merealisasikan visi militer kelas dunia pada 2049.
Lompatan Raksasa dari ‘Fujian’ ke Kapal Nuklir
Saat ini, China sudah memiliki tiga “raksasa laut”, yaitu CNS Liaoning, CNS Shandong, dan yang terbaru, CNS Fujian. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah rumor mengenai Type 004.
Kapal induk keempat ini disebut-sebut akan menjadi kapal induk pertama China yang bertenaga nuklir. Jika benar, maka China akan memiliki kemampuan proyeksi kekuatan yang jauh lebih luas dan lama di samudra, menyamai teknologi yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat.
Mengapa Ini Mengkhawatirkan Barat?
Secara kuantitas, China sebenarnya sudah memegang predikat angkatan laut terbesar di dunia dengan lebih dari 370 kapal perang. Namun, kapal induk adalah “kartu as” yang berbeda. Sebagai pangkalan udara terapung, kapal ini memungkinkan China untuk:
- Menembus “Rantai Pulau”: Mematahkan strategi blokade AS di Pasifik Barat.
- Proyeksi Kekuatan Global: Beroperasi jauh dari garis pantai mereka sendiri.
- Menantang Dominasi AS: Saat ini AS masih memimpin dengan 11 kapal induk, namun kecepatan produksi China mulai membuat Pentagon waspada.
Pembelaan Beijing: “Hanya untuk Pertahanan”
Menanggapi laporan panas tersebut, pihak China melalui juru bicara Kedubesnya di Washington, Liu Pengyu, menepis tuduhan provokasi.
Menurutnya, modernisasi militer ini bukan untuk menyerang negara mana pun.
”Peningkatan persenjataan ini semata-mata demi menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan kami,” kata Liu.
Meski demikian, Pentagon tetap melihat adanya pergeseran sumber daya besar-besaran di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang secara spesifik menjadikan militer Amerika Serikat sebagai “musuh kuat” sekaligus tolok ukur kekuatan mereka.
Apakah AS akan tinggal diam melihat armada “naga laut” China bertambah berkali lipat dalam waktu singkat?
Mengingat agresivitas Beijing di Pasifik Barat, perimbangan kekuatan di laut dipastikan akan semakin memanas dalam beberapa tahun ke depan. []









Jadilah yang pertama berkomentar di sini