Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

RI-AS Sepakati Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

ri-as sepakati tarif nol persen untuk 1.819 produk
Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik. (foto:Setkab)

Washington DC, Sinata.id – Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati Perjanjian Perdagangan Timbal Balik bertajuk “Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance”.

Penandatanganan dilakukan di Washington DC, Kamis (19/2/2026).
Kesepakatan ini membuka akses tarif nol persen bagi ribuan produk Indonesia ke pasar Amerika.

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan terdapat 1.819 pos tarif yang dibebaskan dari bea masuk dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Produk tersebut mencakup sektor pertanian dan industri. Di antaranya minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.

Untuk tekstil dan produk apparel, Amerika Serikat juga memberikan tarif 0 persen melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ).

Baca Juga  Amerika Serikat Mulai Takut Munculnya Tentara Super dari China

Kebijakan ini dinilai berdampak langsung pada sekitar empat juta pekerja di sektor tekstil. Jika dihitung bersama keluarga mereka, manfaatnya diperkirakan menjangkau sekitar 20 juta masyarakat Indonesia.

Sebagai bagian dari prinsip timbal balik, Indonesia turut memberikan pembebasan tarif bagi sejumlah komoditas utama asal Amerika Serikat.

Komoditas tersebut terutama produk pertanian seperti gandum dan kedelai.
Airlangga menegaskan, kebijakan ini memastikan masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk produk turunan seperti mi, tahu, dan tempe yang berbahan baku impor.

Di tingkat global, kedua negara juga sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik sesuai komitmen di forum World Trade Organization (WTO).

Indonesia juga mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai aturan nasional, dengan tetap menjamin perlindungan data konsumen.

Baca Juga  Saudi Geram! AS Alihkan Pertahanan Udara ke Israel, Teluk Merasa Ditinggalkan

Selain itu, pemerintah akan menerapkan strategic trade management untuk memastikan perdagangan tetap aman dan tidak disalahgunakan.

Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum di kedua negara diselesaikan, termasuk konsultasi dengan DPR RI.
Airlangga menegaskan, kesepakatan ini murni berfokus pada kerja sama perdagangan.

Amerika Serikat disebut menyetujui penghapusan klausul di luar kerja sama ekonomi, seperti isu pengembangan reaktor nuklir, Laut Cina Selatan, hingga pertahanan dan keamanan perbatasan.

“Perjanjian ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas dan membuka era keemasan baru bagi kedua negara,” ujarnya. (Setkab/A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini